Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan Ormas dalam Kerusuhan Demo

Polda Metro Jaya tengah mendalami dugaan keterlibatan ormas dalam kerusuhan demo. Polisi meminta warga tidak mudah percaya informasi yang beredar di media sosia

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan Ormas dalam Kerusuhan Demo
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto di kawasan Bundaran HI. (Foto: Liputan6.com/Rifqy Alief).

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman terkait dugaan keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) dalam peristiwa kerusuhan demo yang terjadi pada Kamis (27/8/2026) malam.

Akibat dari aksi kerusuhan tersebut, lima unit truk jenis colt diesel dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Kondisi kendaraan tersebut mengalami pecah kaca serta kerusakan pada bagian pintu. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, pihaknya memerlukan waktu untuk memastikan fakta yang sebenarnya terjadi. Ia menegaskan bahwa setiap informasi yang berkembang harus melalui proses verifikasi yang ketat sebelum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum.

"Kalau terkait tentang ormas kami masih melakukan pendalaman terkait karena fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu," kata Budi kepada wartawan, Sabtu (29/8/2026).

Pentingnya Verifikasi Informasi dari Media Sosial

 

Di sisi lain, Budi memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak serta-merta mempercayai berbagai narasi yang beredar di media sosial. Pihaknya menemukan adanya indikasi penyebaran disinformasi, provokasi, hingga hoaks yang berkaitan dengan peristiwa kerusuhan tersebut.

Beberapa unggahan yang beredar bahkan diketahui merupakan konten lama yang disebarkan kembali seolah-olah menjadi kejadian terbaru.

Oleh sebab itu, kepolisian meminta masyarakat untuk bersikap bijak dan memastikan validitas informasi sebelum mengambil kesimpulan mengenai pihak yang terlibat dalam kerusuhan. Budi menekankan bahwa kepastian hukum sangat bergantung pada keakuratan data yang didapatkan oleh penyidik.

"Informasi ini harus valid," ujarnya.

Rekomendasi