Kualitas Udara Memburuk, Kasus Pneumonia di Pontianak Meningkat

Peningkatan kasus pneumonia dilaporkan terjadi di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo, Pontianak. Kondisi ini dipicu oleh buruknya kualitas udara akibat kabut asap.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Kualitas Udara Memburuk, Kasus Pneumonia di Pontianak Meningkat
Pohon-pohon yang terbakar terlihat saat api melalap lahan gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia, Selasa, 11 Agustus 2026. (AP Photo/Stefanus Taman)

Lonjakan Pasien Gangguan Pernapasan

Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak melaporkan adanya kenaikan jumlah pasien pneumonia sebesar 10 hingga 20 persen. Peningkatan ini terpantau pada pasien yang menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun ruang rawat inap seiring dengan penurunan kualitas udara di wilayah Pontianak dan sekitarnya.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Kombes Pol Josep Ginting, menyatakan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius bagi pihak rumah sakit. Pihaknya kini tengah melakukan langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan pasien dengan gangguan pernapasan yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dilansir dari Antara, Josep menjelaskan bahwa rumah sakit telah melakukan persiapan matang untuk menangani kondisi tersebut. "Sehingga rumah sakit mengantisipasi peningkatan kasus dengan menyiapkan tenaga kesehatan, alat medis, ruang perawatan, serta sistem koordinasi dengan rumah sakit lain," tutur Josep di Pontianak, Sabtu (29/8/2026).

Risiko Paparan Kabut Asap

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Andreas, memberikan penjelasan baru mengenai dampak kabut asap terhadap kesehatan. Paparan asap yang terjadi secara terus-menerus dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan dan dalam tingkat tertentu berisiko berkembang menjadi pneumonia.

Pneumonia sendiri merupakan infeksi yang menyebabkan peradangan pada jaringan paru-paru. Kondisi ini mengakibatkan kantung udara atau alveoli terisi oleh cairan maupun nanah, sehingga proses pernapasan penderita menjadi terganggu.

Andreas mengungkapkan bahwa kelompok anak-anak dan lansia memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi terhadap dampak buruk kabut asap. "Orang tua lebih banyak dan rentan terdampak pneumonia, bisa karena kabut asap ini," jelas Andreas.

Gejala dan Imbauan Kesehatan

Keluhan kesehatan akibat paparan asap biasanya diawali dengan gejala batuk dan bersin. Bagi individu yang memiliki riwayat asma atau alergi, gejala tersebut cenderung muncul lebih cepat. Andreas menambahkan, "Kalau paparan berlangsung terus-menerus dan tubuh tidak mampu mentoleransinya, gejala dapat berkembang menjadi sesak napas."

Terkait kondisi ini, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara sedang buruk. Bagi masyarakat yang harus berkegiatan di luar rumah, penggunaan masker sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Selain pneumonia, masyarakat juga diminta mewaspadai peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), khususnya di wilayah dengan jumlah titik panas tinggi. Beberapa daerah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang, Mempawah, Sintang, dan Kapuas Hulu.

Rekomendasi