Jumlah Pengungsi Akibat Gempa NTT Capai 179.037, Warga Masih Ketakutan

Jumlah pengungsi akibat gempa di Nusa Tenggara Timur mencapai 179.037 orang. Banyak yang mengungsi karena ketakutan akan gempa susulan.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Jumlah Pengungsi Akibat Gempa NTT Capai 179.037, Warga Masih Ketakutan
Warga beristirahat di bawah tenda di sebuah lapangan terbuka di Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026, (AFP/ Juni Kriswanto)

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan bahwa jumlah pengungsi terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 179.037 orang per Rabu (26/8/2026). Meskipun demikian, tidak semua pengungsi mengalami dampak langsung dari gempa bermagnitudo 7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menjelaskan bahwa banyak masyarakat yang berada di posko pengungsian karena ketakutan terhadap gempa susulan yang mengguncang NTT sejak tanggal tersebut. Selain itu, kekhawatiran akan adanya tsunami juga menjadi faktor pendorong untuk mengungsi.

"Tetapi ini (gempa susulan) mengakibatkan masyarakat itu banyak yang mengungsi karena ketakutan. Jadi sebetulnya jumlah pengungsi yang nanti yang banyak ini bukan karena terdampak gempa secara langsung, tetapi karena gempa susulannya banyak, mereka ketakutan," kata Suharyanto saat rapat penanganan gempa NTT di Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo.

Korban dan Kerusakan Akibat Gempa

Suharyanto melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 105 orang, sementara korban luka-luka tercatat sebanyak 1.678 orang. Kerusakan rumah akibat gempa mencapai 81.436 unit, dan sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, masjid, serta kantor pemerintah juga mengalami kerusakan.

"Alhamdulillah untuk jembatan-jembatan tidak ada yang rusak parah, hanya ada beberapa yang longsor. Ini jumlahnya 1.951 unit. Yang terparah ada dua kabupaten yaitu Manggarai dan Manggarai Timur, tetapi juga Nagekeo ini juga termasuk kabupaten yang cukup parah, kalau dibuat ranking adalah nomor tiga Bapak Presiden," jelasnya.

Bantuan Logistik untuk Pengungsi

Suharyanto memastikan bahwa bantuan logistik terus didistribusikan ke wilayah dan warga yang terdampak gempa. Pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur udara, darat, maupun laut.

"Untuk barang logistik yang masuk lewat Halim ada 2.032 ton. Yang masuk sudah distribusi ini 1.539 ton Bapak Presiden. Ini kami bagi dua: Labuan Bajo 1.035 ton, Maumere 504 ton. Kami juga mengoperasikan baik dari pemerintah ini ada jalur udara TNI AU 34 sortie 445 ton, kemudian untuk komersil 61 sortie 915 ton. Kemudian dari jalur laut juga sudah dikirimkan sebanyak 179 ton," tutur Suharyanto.

Pelayanan Kesehatan Terdampak

Prabowo juga menerima laporan bahwa masih ada 19 puskesmas yang belum beroperasi penuh karena kekhawatiran terhadap gempa susulan. Suharyanto menuturkan bahwa petugas lapangan telah membangun 122 tenda di depan puskesmas untuk mendukung pelayanan kesehatan.

"Kemudian dari Angkatan Laut juga mengirimkan dua kapal rumah sakit: yang pertama adalah KRI dr. Soeharso, ini sudah melaksanakan kegiatan di Kabupaten Manggarai; kemudian rumah sakit kapal Kesatria Airlangga, ini pun sudah melaksanakan kegiatan di Manggarai Timur," pungkas Suharyanto.

Rekomendasi