8 Cara Membersihkan Keramik Kusam agar Tampak Bersih dan Mengilap Lagi

Cara membersihkan keramik kusam dengan tepat untuk mengangkat noda, kerak, dan residu agar kembali mengilap.

Ricka Milla Suatin
Oleh Ricka Milla Suatin - Reporter
8 Cara Membersihkan Keramik Kusam agar Tampak Bersih dan Mengilap Lagi
Cara Membersihkan Keramik Kusam (AI Generated)

Keramik yang awalnya terlihat bersih dan mengilap dapat berubah kusam akibat debu, sisa sabun, minyak, mineral dari air, hingga residu bahan pembersih yang menumpuk di permukaan. Jika dibiarkan, lapisan kotoran tersebut dapat membuat warna keramik tampak pudar sekaligus membuat permukaannya terasa licin atau seperti memiliki lapisan film.

Cara membersihkan keramik kusam sebenarnya tidak selalu membutuhkan bahan yang keras. Pemilihan metode sebaiknya disesuaikan dengan jenis kotoran karena pembersih dengan pH netral cocok untuk perawatan rutin, sedangkan noda tertentu membutuhkan formula khusus agar kotoran terangkat tanpa merusak keramik atau nat.

Lebih lanjut, berikut cara membersihkan keramik kusam, dihimpun Merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu (26/8).

1. Bersihkan Debu dan Pasir Sebelum Mengepel

Cara Membersihkan Keramik Kusam
Cara Membersihkan Keramik Kusam (AI Generated)

Langkah pertama adalah menyapu atau menyedot debu dari permukaan keramik menggunakan sapu berbulu lembut atau vacuum dengan kepala yang sesuai untuk lantai keras. Setelah itu, lap permukaan menggunakan kain mikrofiber kering untuk memastikan partikel halus tidak tertinggal.

Cara ini penting secara ilmiah karena partikel pasir dan debu mengandung material keras yang dapat bertindak sebagai abrasif ketika tergesek berulang kali pada permukaan keramik. Jika langsung dipel dalam kondisi penuh pasir, partikel tersebut dapat meningkatkan risiko goresan halus yang membuat permukaan tampak semakin kusam. 

Setelah kotoran kering terangkat, barulah lanjutkan dengan pembersihan menggunakan cairan. Hindari menggosok keramik dalam keadaan masih terdapat pasir atau butiran kasar agar proses pembersihan tidak justru menyebabkan keausan pada permukaannya.

2. Gunakan Pembersih Keramik dengan pH Netral

Untuk keramik yang kusam karena debu, kotoran sehari-hari, atau residu ringan, gunakan pembersih khusus keramik dengan pH netral sesuai petunjuk pengenceran pada kemasan. Campurkan dengan air sesuai takaran, kemudian aplikasikan menggunakan kain mikrofiber, spons, atau pel dengan permukaan yang tidak abrasif.

Secara kimia, pembersih pH netral dirancang untuk mengangkat kotoran sehari-hari tanpa memberikan kondisi asam atau basa yang terlalu ekstrem pada permukaan. Pembersihan rutin dengan produk netral juga membantu mencegah penumpukan residu yang dapat membentuk lapisan film dan membuat keramik terlihat kusam. 

Setelah dibersihkan, bilas permukaan menggunakan air bersih jika petunjuk produk mengharuskannya, kemudian keringkan. Sisa bahan pembersih yang tidak terangkat dapat meninggalkan lapisan pada permukaan sehingga keramik justru tampak belang atau kurang mengilap.

3. Hilangkan Lapisan Sisa Sabun pada Keramik Kamar Mandi

Cara Membersihkan Keramik Kusam
Cara Membersihkan Keramik Kusam (AI Generated)

Keramik kamar mandi yang kusam sering kali bukan hanya disebabkan oleh debu, tetapi juga oleh campuran sisa sabun, minyak tubuh, dan mineral dari air. Gunakan pembersih khusus keramik dan kamar mandi yang memang ditujukan untuk mengatasi kerak atau soap scum, lalu gosok menggunakan spons atau sikat berbulu nilon.

Secara ilmiah, soap scum merupakan kotoran yang dapat terbentuk dari residu sabun dan mineral air sehingga menghasilkan lapisan yang menempel pada permukaan. Lapisan tersebut dapat menghamburkan cahaya sehingga keramik yang sebenarnya masih memiliki lapisan glasir tampak putih buram atau kusam. 

Setelah noda terangkat, bilas keramik secara menyeluruh menggunakan air bersih dan keringkan. Pada area shower, kebiasaan mengeringkan permukaan dengan squeegee setelah digunakan juga dapat membantu mengurangi penumpukan air dan residu sabun. 

4. Bersihkan Keramik dari Noda Minyak dan Lemak

Untuk keramik dapur yang kusam karena minyak, pilih pembersih yang memiliki kemampuan menghilangkan lemak dan dinyatakan aman untuk keramik. Oleskan sesuai petunjuk produk, diamkan selama waktu yang dianjurkan, kemudian gosok perlahan menggunakan spons atau sikat yang tidak terlalu kasar.

Minyak bersifat hidrofobik sehingga tidak mudah bercampur dengan air. Pembersih yang mengandung surfaktan atau bahan pembersih yang sesuai dapat membantu menurunkan tegangan permukaan dan mengemulsikan minyak sehingga kotoran lebih mudah terangkat saat dibilas. Pada kotoran minyak yang berat, pembersih bersifat basa memang dapat lebih efektif, tetapi sebaiknya digunakan secara khusus dan tidak dijadikan pembersih harian. 

Jangan membiarkan larutan pembersih mengering di permukaan keramik. Setelah proses penggosokan selesai, bilas dengan air bersih sampai tidak ada residu yang tersisa, lalu keringkan agar permukaan kembali terlihat bersih.

5. Atasi Kerak Air pada Keramik dengan Pembersih yang Tepat

Cara Membersihkan Keramik Kusam
Cara Membersihkan Keramik Kusam (AI Generated)

Jika keramik memiliki bercak putih atau lapisan seperti kapur, masalahnya kemungkinan berkaitan dengan deposit mineral dari air. Gunakan produk penghilang kerak yang secara jelas mencantumkan keamanan untuk keramik dan ikuti petunjuk penggunaannya, terutama bila produk tersebut bersifat asam.

Secara kimia, mineral tertentu dalam air dapat meninggalkan endapan ketika air menguap. Pembersih asam dapat membantu melarutkan deposit mineral tersebut melalui reaksi kimia, tetapi penggunaannya harus lebih hati-hati karena asam juga dapat menyerang material tertentu, termasuk sebagian jenis nat dan permukaan yang tidak tahan asam. 

Karena setiap keramik memiliki karakteristik permukaan berbeda, lakukan uji pada area kecil yang tersembunyi terlebih dahulu. Jangan menggunakan cuka atau bahan asam secara sembarangan sebagai solusi universal, terutama jika jenis keramik, glasir, atau nat tidak diketahui ketahanannya terhadap asam.

6. Bersihkan Nat yang Menghitam agar Keramik Tidak Terlihat Kusam

Keramik bisa saja sebenarnya masih bersih, tetapi nat yang menghitam atau berubah warna membuat seluruh lantai terlihat kusam. Bersihkan nat menggunakan pembersih yang sesuai dan sikat berbulu lembut hingga sedang, kemudian bilas dengan air bersih.

Nat berbahan dasar semen memiliki struktur yang lebih berpori dibandingkan permukaan keramik sehingga lebih mudah menyerap kotoran, sabun, dan noda. Karena sifatnya tersebut, pembersihan nat perlu dilakukan dengan metode yang berbeda dari permukaan keramik; penggunaan bahan asam secara berlebihan dapat merusak nat berbahan semen. 

Setelah selesai, pastikan tidak ada cairan pembersih yang tertinggal di celah nat. Untuk noda yang sangat membandel, gunakan produk khusus pembersih nat dan selalu periksa petunjuk kompatibilitasnya sebelum diaplikasikan ke seluruh area.

7. Bilas dan Keringkan Keramik sampai Tidak Ada Residu

Cara Membersihkan Keramik Kusam
Cara Membersihkan Keramik Kusam (AI Generated)

Setelah proses pembersihan selesai, jangan langsung membiarkan keramik mengering dengan sendirinya jika masih terdapat sisa larutan pembersih. Bilas menggunakan air bersih sesuai petunjuk produk, kemudian lap permukaan menggunakan kain mikrofiber atau pel bersih.

Pembilasan penting karena residu surfaktan, deterjen, atau bahan pembersih yang tertinggal dapat membentuk lapisan tipis di permukaan. Lapisan tersebut dapat menangkap kotoran dan membuat keramik tampak buram, bahkan ketika permukaannya sebenarnya sudah terbebas dari noda utama. 

Untuk hasil lebih maksimal, keringkan keramik setelah dibilas, terutama pada lantai yang memiliki permukaan mengilap. Selain mengurangi bekas air, langkah ini membantu mencegah mineral dari air mengendap kembali ketika tetesan air menguap.

8. Hindari Bahan Pembersih yang Terlalu Keras

Keramik kusam tidak selalu membutuhkan bahan pembersih yang semakin kuat. Penggunaan pembersih yang sangat asam atau sangat basa secara berulang justru dapat merusak permukaan tertentu dan nat, sehingga kondisi keramik berpotensi semakin sulit dirawat. 

Secara kimia, bahan dengan pH ekstrem memiliki reaktivitas lebih tinggi terhadap material tertentu. Karena itu, pembersih netral lebih tepat untuk perawatan sehari-hari, sementara pembersih khusus dengan sifat asam atau basa sebaiknya digunakan hanya ketika jenis kotorannya memang membutuhkan metode tersebut dan produk menyatakan aman untuk permukaan keramik. 

Hindari pula penggunaan alat abrasif yang terlalu kasar seperti sikat kawat atau bahan penggosok yang dapat menggores permukaan. Jika keramik tetap kusam setelah dibersihkan dengan metode yang tepat, kemungkinan masalahnya bukan lagi sekadar kotoran, melainkan perubahan atau kerusakan pada lapisan permukaan keramik.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membersihkan Keramik Kusam

1. Apa penyebab keramik menjadi kusam?

Keramik dapat menjadi kusam akibat penumpukan debu, pasir, sisa sabun, minyak, kerak mineral dari air, atau residu bahan pembersih. Goresan halus akibat partikel abrasif dan penggunaan bahan pembersih yang terlalu keras juga dapat membuat permukaan keramik kehilangan tampilan mengilap.

2. Apakah cuka bisa digunakan untuk membersihkan keramik kusam?

Cuka yang bersifat asam dapat membantu melarutkan sebagian endapan mineral, tetapi tidak sebaiknya digunakan sembarangan pada semua jenis keramik dan nat. Jika ingin menggunakan bahan asam, pastikan permukaannya tahan asam dan lakukan uji pada area kecil terlebih dahulu.

3. Bagaimana cara mencegah keramik cepat kusam?

Sapu atau vakum keramik secara rutin, gunakan pembersih dengan pH netral untuk perawatan sehari-hari, dan segera bersihkan tumpahan minyak atau kotoran. Setelah mengepel, bilas bila diperlukan dan keringkan permukaan agar residu pembersih serta mineral dari air tidak kembali menumpuk.

Rekomendasi