Polisi Kejar KKB yang Sandera 9 Perempuan di Mimika

Polres Mimika kirim Brimob ke Jila usai dugaan penyanderaan KKB. Polisi menjelaskan klasifikasi kasus dan kondisi kamtibmas di lokasi.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Polisi Kejar KKB yang Sandera 9 Perempuan di Mimika
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Polres Mimika mengerahkan personel ke Distrik Jila, Kabupaten Mimika, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyusul dugaan penyanderaan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap sembilan perempuan di Kampung Pasir Putih, Papua Tengah. Informasi ini disampaikan Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, dikutip dari Antara.

Peristiwa tersebut juga disertai kekerasan terhadap warga. Seorang ibu berinisial NM (48) tewas ditembak setelah menolak dibawa, sedangkan anaknya, Inkolung Aim, didorong ke jurang hingga mengalami patah kaki.

Pengiriman personel dilakukan bertahap untuk memastikan olah TKP dan langkah penyelidikan berjalan. Selain itu, aparat menyiapkan upaya pengejaran terhadap para pelaku.

Respons Polisi atas Dugaan Penyanderaan KKB di Mimika

Kapolres Mimika menyebut penguatan personel dilakukan untuk mengamankan lokasi dan mengumpulkan petunjuk yang diperlukan.

"Hari ini kami sudah mengirim personel dan besok juga akan dilakukan pengiriman lagi, personel itu terdiri dari Brimob dan tim investigasi untuk melakukan olah TKP," tutur Alredo, Jumat (21/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana dikutip dari Antara.

Alredo menambahkan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Distrik Jila pascakejadian penculikan terhadap sembilan perempuan serta penembakan terhadap salah satu orang tua korban pada 17 Agustus 2026 berangsur mereda.

"Pascakejadian situasi masih landai tidak ada terjadi hal-hal lain, namun kami tetap waspada termasuk dalam pelaksanaan olah TKP dan pengejaran terhadap para pelaku," jelas dia.

Korban, Kronologi, dan Penelusuran Pelaku

Soal klasifikasi peristiwa, Kapolres memberikan penjelasan terkait istilah yang digunakan aparat.

"Kami tidak bisa bilang itu penyanderaan, tapi penculikan karena tidak ada tuntutan yang diberikan. Kalau sandera kan harus ada tuntutan, kalau kategori penyanderaan belum bisa dikatakan penyanderaan," ungkap dia.

Hingga kini, aparat kepolisian belum dapat memastikan KKB yang membawa paksa sembilan perempuan tersebut berasal dari kelompok mana dan dipimpin oleh siapa. Komposisi korban mencakup anak-anak sekolah dasar (SD), gadis remaja, serta seorang perempuan yang dilaporkan sedang hamil muda.

"Melalui olah TKP dan investigasi ini yang nanti akan mengungkapkan ini semua. Sehingga kami belum bisa menyimpulkan para pelaku ini dari kelompok mana. Namun kalau dilihat dari rentetan kejadian sebelumnya dimungkinkan mereka masih dalam satu rangkaian dan kelompok yang sama, tetapi dari kelompok yang mana ini yang sedang kami profiling," Alredo menandaskan.

Berdasarkan informasi awal, peristiwa terjadi pada Selasa (18/8/2026) di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Sebanyak 11 warga menjadi sasaran kelompok bersenjata. Dua orang menolak ikut dibawa, yakni Neregingget dan Inkolung. Seorang ibu berinisial NM (48) tewas ditembak setelah menolak, sedangkan anaknya, Inkolung Aim, dibuang ke jurang hingga mengalami patah kaki.

Sembilan perempuan lainnya diduga dibawa ke hutan. Mereka adalah NW (17), yang dilaporkan sedang hamil muda, AM, NA, OM, YS (18), MN (15), WK (18), IO (18), dan MN (13). Tiga di antaranya disebut masih duduk di bangku SD.

"Dua orang menolak ikut dibawa KKB. Informasinya, ibunya tewas ditembak, sedangkan anaknya dibuang ke jurang. Sementara, sembilan perempuan lainnya dibawa ke hutan," kata Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Rekomendasi