Kabar Terbaru 9 Warga Disandera KKB di Jila Mimika

Sembilan warga sipil yang di sandera tersebut seluruhnya perempuan.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Kabar Terbaru 9 Warga Disandera KKB di Jila Mimika
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak bicara kasus penyanderaan warga.

Kepolisian Resor Mimika membenarkan sembilan warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah disandera oleh kelompok bersenjata.

Kepala Kepolisian Resor Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan sembilan warga sipil yang di sandera tersebut seluruhnya perempuan.

"Benar, informasi yang kami dapat di lapangan dari anggota kami di Polsek Jila sudah ada nama-nama yang disandera berdasarkan informasi dari keluarga korban sudah ada nama-nama ada sembilan orang. Rata rata korban berusia 13 sampai 17 tahun," ujar Alredo di Timika, dikutip dari Antara, Kamis (20/12).

Alredo mengatakan langkah yang akan dilakukan oleh Polres Mimika adalah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penebalan personel di Polsek Jila.

"Langkah berikutnya dengan melakukan olah TKP, kami meminta bantuan dari Brimob Batalyon B untuk mem-backup rekan-rekan kami di Polsek Jila," kata dia.

Identitas Korban

Adapun kesembilan warga sipil yang disandera oleh kelompok bersenjata itu yakni Nemerina Wamang (17) yang sedang dalam kondisi hamil muda, Alin Mesawarol kelas VI SD, Nopi Aim kelas IV SD, dan Opinte Meswaro kelas III SD.

Kemudian Yonita Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).

Ada Ibu Hamil dan Anak SD

Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Infanteri Jozanda mengungkap identitas sembilan warga sipil yang diduga disandera kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Sembilan warga tersebut terdiri atas anak-anak, remaja perempuan, dan seorang perempuan yang sedang hamil muda. Mereka dibawa paksa kelompok bersenjata pada Senin (17/8/2026).

Berdasarkan informasi masyarakat, kelompok bersenjata yang membawa paksa para warga tersebut berjumlah sekitar 15 orang.

Adapun sembilan warga yang dibawa paksa yakni Nemerina Wamang (17), yang sedang hamil muda; Alin Mesawarol, siswi kelas VI SD; Nopi Aim, siswi kelas IV SD; Opinte Meswaro, siswi kelas III SD; Yonita Senawatme (18); Meria Nibilingame (15); Wena Katagame (18); Ilimin Onawame (18); dan Miante Nibilingame (13).

Peristiwa tersebut juga diwarnai kekerasan terhadap dua ibu yang berusaha mencegah anak mereka dibawa paksa.

"Ibu itu menolak anaknya dibawa paksa dan akhirnya ibu itu ditembak hingga meninggal di tempat. Kemudian seorang ibu lainnya yang juga menolak anaknya dibawa paksa, dibuang ke jurang dan mengalami patah tulang kaki," ujar Jozanda dilansir Antara.

Ibu yang ditembak hingga tewas diketahui bernama Neregingget Magai (48). Sementara itu, Inkolung Aim mengalami patah tulang setelah didorong ke jurang dan kini masih menjalani perawatan di Jila.

"Yang ditembak itu langsung meninggal dunia dan sore itu juga jenazahnya langsung dikremasi. Yang patah tulang ini masih hidup, sekarang sedang menjalani perawatan di Jila. Saya juga belum dapatkan info usianya berapa," kata Jozanda.

 

TNI Buru KKB Penyandera Warga

Jozanda mengatakan TNI telah mengerahkan personel untuk mengejar kelompok bersenjata tersebut dan menyelamatkan sembilan warga yang dibawa paksa.

"Jangan khawatir, kita sudah melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Semoga para prajurit yang melakukan pengejaran ini juga diberikan kemudahan sehingga segera menemukan dan menyelamatkan anak-anak kita ini," ujarnya.

Jozanda mengecam tindakan kelompok bersenjata tersebut. Ia menyebut aksi itu sebagai tindakan keji dan tidak manusiawi.

Saat ini, situasi di Distrik Jila berangsur kondusif. Namun, akses transportasi udara menuju wilayah tersebut masih belum dapat dilakukan.

Rekomendasi