Viral di media sosial memperlihatkan dua wanita yang diduga warga lokal dan seorang pria warga negara asing (WNA) berbuat mesum di depan rumah warga. Aksi mesum mereka terekam CCTV.
Dalam video itu, terlihat seorang bule dengan dua perempuan lokal yang bergantian berbuat tindakan asusila atau oral seks di depan rumah warga. Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti menuturkan, peristiwa itu terjadi di sebuah rumah warga di Jl. Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (20/8) sekitar pukul 02.33 WITA.
"Unit Reskrim Polsek Kuta Utara, telah melakukan upaya identifikasi untuk mengungkap para terduga pelaku serta menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku," kata Aiptu Ayu, Kamis (20/8) sore.
Dalam tayangan video terlihat tindakan asusila berupa oral seks yang dilakukan oleh dua orang perempuan lokal dan satu orang WNA laki-laki.
Dari keterangan pemilik rumah berinisal NLM (25) video tersebut terjadi di area depan pintu masuk rumah milik saksi NLM. Berawal ketika saksi bermain game di kamar yang dekat dengan pintu masuk rumahnya.
Dari depan pintu masuk rumah terdengar suara bisikan. NLM mencoba mengecek rekaman CCTV yang terpasang di depan rumahnya. Dari hasil pengecekan rekaman CCTV, terlihat ada tiga orang yang diduga dua orang perempuan lokal dan satu orang WNA laki-laki sedang melakukan tindakan asusila.
Melihat rekaman itu, saksi NLM langsung keluar dari kamarnya untuk mengecek. Namun ketiga orang tersebut langsung kabur menggunakan sepeda motor berwarna hitam dengan berboncengan tiga.
NLM langsung memviralkan kejadian itu ke media sosial instagram untuk membuat efek jera. Karena sebelumnya, sering terdapat tindakan yang tidak baik terjadi seperti orang kencing sembarangan tepat di depan pintu masuk rumah milik saksi.
"Atas kejadian tersebut (saksi) tidak dirugikan secara materiil. Namun lebih pada kerugian non materiil di mana pekarangan rumahnya menjadi tidak suci," imbuhnya.
Dari hasil pemeriksaan CCTV terlihat semacam aktivitas negosiasi, di mana pihak WNA tersebut mengeluarkan sejumlah uang dari dalam dompetnya. Selanjutnya dua orang perempuan tersebut membuka celana dari WNA dan melakukan tindakan asusila.
"Setelah tindakan asusila tersebut dilakukan di lokasi, dua orang perempuan tersebut lebih dulu pergi meninggalkan lokasi dan kembali diikuti oleh WNA tersebut," ujarnya.