Gibran Minta Tak Ada Warga Terdampak Gempa NTT Luput dari Bantuan

Dia menekankan seluruh warga terdampak, termasuk yang berada di wilayah sulit dijangkau, harus mendapatkan bantuan dan pemenuhan kebutuhan mendesak.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Gibran Minta Tak Ada Warga Terdampak Gempa NTT Luput dari Bantuan
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming bertolak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT). Ajak mahasiswa UI. (Liputan6/Lizsa Egeham)

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meminta penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilakukan secara cepat dan terpadu. Dia menekankan seluruh warga terdampak, termasuk yang berada di wilayah sulit dijangkau, harus mendapatkan bantuan dan pemenuhan kebutuhan mendesak.

"Dalam penanganan darurat, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan mendesak harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada satu pun warga yang tidak tersentuh bantuan, termasuk mereka yang berada di wilayah sulit diakses seperti permukiman pegunungan," tegas Gibran kepada jajaran perwakilan pemerintah pusat dan Forkopimda saat meninjau sejumlah infrastruktur terdampak di Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (20/8/2026).

Gibran meminta jajaran pemerintah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tidak hanya mengandalkan laporan terkait kondisi di lapangan. Mereka diminta turun langsung untuk memastikan penanganan berjalan sesuai arahan sekaligus segera menemukan berbagai kendala yang dihadapi masyarakat.

"Saya meminta seluruh kepala daerah dan Forkopimda turun langsung ke lapangan, memastikan setiap instruksi benar-benar terlaksana tanpa sekat birokrasi. Setiap kendala harus segera diidentifikasi dan diselesaikan, dengan penanggung jawab dan target waktu yang jelas," jelasnya.

Selama meninjau lokasi terdampak, Gibran mengatakan dirinya akan mencatat berbagai persoalan yang ditemukan untuk kemudian dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah proses penanganan bencana, Gibran juga mengapresiasi jajaran pemerintah dan unsur terkait yang telah bergerak membantu masyarakat sejak hari pertama gempa. Menurutnya, kerja bersama seluruh pihak diperlukan agar warga terdampak memperoleh bantuan serta pendampingan sesuai kebutuhan.

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran yang sejak hari pertama kejadian telah turun ke lapangan membantu masyarakat," tutur Gibran.

Data Korban Gempa NTT

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang NTT bertambah menjadi 71 orang.

Kabar tersebut disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring, Rabu (19/8/2026). Dia menyebut satu korban meninggal tambahan berasal dari Kabupaten Nagekeo.

"Bahwa jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71 yaitu di Kabupaten Nagekeo," kata Berton dalam siaran langsung di YouTube BNPB.

Selain korban meninggal, Berton melaporkan jumlah warga yang mengungsi akibat gempa di NTT. Berdasarkan data BNPB, jumlah total pengungsi saat ini mencapai 59.647 orang. Pengungsi terbanyak berada di Manggarai, yakni 20.103 orang, disusul Manggarai Barat sebanyak 19.345 orang.

"Saat ini menurut catatan kami, sebanyak 59.647 orang, dan yang terbanyak ini ada di Manggarai, sebanyak 20.103 pengungsi, dan di Manggarai Barat ada sebanyak 19.345 orang," kata dia.

Rekomendasi