Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Poros Unaaha–Kendari, Desa Lalohao, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, saat motor dikendarai mahasiswa Universitas Halualeo (UHO) Kendari bernama Abdul Fathir (23) dan berboncengan dengan Herlyn diduga menabrak mobil Mistubishi Pajero ditumpangi anggota DPRD Sulawesi Tenggara berinisial A (52). Pengendara motor bernama Fathir meninggal dunia di rumah sakit, sementara Herlyn masih dirawat.
Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Konawe, Inspektur Satu Chaidir Akbar menjelaskan kecelakaan lalu lintas terjadi pukul 16.50 Wita, saat motor nomor polisi DT 2474 ZF dikendarai Fathir dan berboncengan dengan Herlyn bergerak dari arah Unaaha, Konawe, menuju Kendari atau dari barat menuju timur. Saat dilokasi kejadian, motor dikendarai Fathir melebar.
"Saat bersamaan, dari arah berlawanan yakni dari arah Kendari menuju Unaaha, Konawe, melaju mobil Mitsubishi Pajero dengan nomor polisi DT 1259 A yang dikemudikan oleh Nandar. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan keras tidak dapat dihindarkan," ujar Chaidir melalui keterangan tertulisnya, Kamis (20/8).
Benturan hebat membuat Fathir mengalami luka lecet pada pipi kanan dan dagu, dan memar di dada. Selain itu, mengeluarkan darah dari telinga, hidung, dan mulut.
"Korban sempat dilarikan ke RSUD Konawe untuk mendapatkan pertolongan medis, tapi nyawanya tidak tertolong," kata dia.
Sementara rekan Fathir bernama Herlyn yang mengalami luka dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Konawe. Selain Nandar sebagai sopir, terdapat anggota DPRD Sultra inisial A yang ada di dalam mobil Mitsubishi Pajero.
"Mobil dan motor sudah kita amankan di Pos Lantas Polres Konawe," ucap Chaidir.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Prof Khairul Munadi menyampaikan duka cita atas meninggalnya mahasiswa Fakultas Teknik bernama Abdul Fathir akibat mengalami lakalantas di Kabupaten Konawe. Khairul menyebut Fathir baru menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
"Kejadian ini menjadi catatan kami aagar kedepannya pelaksanaan KKN, termasuk saat mereka pulang,” tutur dia.
Khairul menegaskan, aspek keselamatan mahasiswa akan menjadi perhatian dalam evaluasi pelaksanaan KKN berikutnya. UHO juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar mobilitas mahasiswa selama kegiatan hingga kepulangan dapat lebih terjamin.
“Pelaksanaan program harus kita barengi dengan keamanan, memastikan keamanan bagi adik-adik peserta KKN,” tandas dia.