Pengungsi Gempa NTT Capai 92.735 Jiwa, Ini Sebaran Lonjakannya

BNPB melaporkan pengungsi gempa NTT naik jadi 92.735 jiwa per Kamis 16.00 WIB. Daerah mana yang paling banyak bertambah?

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Pengungsi Gempa NTT Capai 92.735 Jiwa, Ini Sebaran Lonjakannya
Pengungsi gempa NTT. (Istimewa)

Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa NTT terus bertambah. BNPB melaporkan hingga Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB, total pengungsi mencapai 92.735 jiwa.

Kenaikan itu disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers daring pada hari yang sama. Angka terbaru ini lebih tinggi dari data sehari sebelumnya yang berjumlah 59.647 jiwa.

Aktivitas gempa susulan juga masih tinggi di wilayah terdampak. BNPB mencatat total 3.752 kejadian hingga pukul 16.00 WIB.

Sebaran Lonjakan Pengungsi Gempa NTT

Berton menyebut lonjakan pengungsi terjadi signifikan dibanding hari sebelumnya.

"Adapun pengungsi pun bertambah banyak. Saat ini kami mencatat ada 92.735 jiwa yang semula ada 59.647 jiwa, sehingga catatan kami bertambah 33.088 jiwa," kata Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers daring, Kamis (20/8/2026).

Berdasarkan pembaruan data BNPB, Kabupaten Nagekeo mencatat tambahan pengungsi terbanyak, yakni 21.883 jiwa. Di Kabupaten Manggarai jumlah pengungsi bertambah 9.649 jiwa, sedangkan di Kabupaten Manggarai Barat bertambah 1.556 jiwa.

Menurut Berton, peningkatan jumlah pengungsi terjadi di tengah masih tingginya aktivitas gempa susulan di wilayah terdampak.

3.752 Gempa Susulan, Termasuk Guncangan M 5,7

Hingga Kamis pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat 3.752 gempa susulan di wilayah terdampak. Sejumlah guncangan masih dirasakan masyarakat.

BNPB menyebut gempa yang dirasakan masyarakat termasuk yang berkekuatan cukup besar.

"Pada pukul 10:47 waktu setempat, kami merasakan gempa berkekuatan 5,7 magnitudo," ujar Berton.

Imbauan Waspada dan Pemeriksaan Bangunan

Dengan kondisi gempa susulan yang masih sering terjadi, BNPB mengimbau warga di daerah terdampak untuk tetap waspada dan siaga serta berhati-hati saat kembali ke rumah atau bangunan.

"Dengan masih banyaknya gempa susulan dan tergolong besar, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tetap siap siaga. Bagi warga di daerah terdampak, perlu dipastikan kondisi bangunan apabila akan memasuki bangunan tersebut," kata Berton.

Selain itu, BNPB memperbarui data kerusakan rumah. Hingga saat ini, 36.163 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Angka tersebut bertambah 7.187 unit seiring dengan semakin akuratnya proses pendataan di lapangan.

Rekomendasi