Update Korban Gempa NTT Bertambah: 75 Orang Meninggal dan 907 Luka-luka

BNPB mencatat 75 meninggal dan 907 luka usai gempa NTT. Ada 3.752 susulan. Ini rincian kenaikan dan imbauannya.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Update Korban Gempa NTT Bertambah: 75 Orang Meninggal dan 907 Luka-luka
Warga mencuci peralatan masak di samping tenda di sebuah lapangan terbuka di Marapokot, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026, (AFP/ Juni Kriswanto)

Korban gempa NTT kembali bertambah. Hingga Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 75 orang meninggal dunia dan 907 lainnya luka-luka.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan pembaruan tersebut dalam konferensi pers daring pada Kamis sore.

Ia menjelaskan jumlah korban meninggal bertambah empat orang dibanding data sehari sebelumnya, sementara korban luka bertambah sembilan orang.

Tambahan Korban di Sikka, Manggarai, dan Nagekeo

Berton merinci empat penambahan korban meninggal tersebar di tiga kabupaten.

"Hingga saat ini mencapai 75 jiwa, di mana kemarin kami memberitakan 71 jiwa, hari ini bertambah 4 jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah 2, Kabupaten Manggarai bertambah 1, Nagekeo bertambah 1," kata Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring, Kamis (20/8/2026).

Ia juga melaporkan perkembangan korban luka, kini berjumlah 907 orang setelah ada tambahan sembilan orang, seluruhnya dari Kabupaten Ngada.

"Demikian juga korban yang luka sebanyak 907 jiwa yang semula 898 jiwa, untuk hari ini kami mendapat data tambahan 9 jiwa, yaitu berasal dari Kabupaten Ngada," ujar Berton.

Gempa NTT Picu 3.752 Susulan, Cek Bangunan Sebelum Masuk

BNPB mencatat aktivitas susulan masih tinggi. Hingga pukul 16.00 WIB pada Kamis, terdapat 3.752 gempa susulan yang terdeteksi.

Salah satu gempa susulan kembali dirasakan pada Kamis pagi. "Pada pukul 10:47 waktu setempat, kami merasakan gempa berkekuatan 5,7 magnitudo," kata Berton.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada, khususnya ketika hendak memasuki bangunan setelah guncangan.

"Bagi warga di daerah terdampak, perlu dipastikan kondisi bangunan apabila akan memasuki bangunan tersebut," ucap Berton.

Rekomendasi