Bantuan Asing Belum Dibuka, Pemerintah Klaim Masih Mampu Tangani Gempa NTT

Pemerintah terus memantau kondisi di wilayah terdampak dan memastikan kebutuhan warga dapat dipenuhi.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Bantuan Asing Belum Dibuka, Pemerintah Klaim Masih Mampu Tangani Gempa NTT
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan mengenai kenaikan harga plastik di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Istimewa)

Pemerintah Indonesia masih menangani sendiri dampak gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah belum membuka akses bagi bantuan asing karena penanganan bencana sejauh ini masih dapat dilakukan.

"Belum ya, nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan juga setiap hari memonitor perkembangan di lapangan, semua masih bisa kita tangani gitu," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/8/2026).

Menurut Prasetyo, pemerintah terus memantau kondisi di wilayah terdampak dan memastikan kebutuhan warga dapat dipenuhi. Sejumlah bantuan logistik juga telah dikirimkan untuk membantu korban gempa di NTT.

Selain penyaluran logistik, pemerintah mulai menyiapkan langkah pemulihan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa. Salah satunya melalui pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

"Baik kebutuhan logistik, kebutuhan pengungsi, bahkan rencana-rencana untuk perbaikan baik Huntara maupun Huntap itu pun sudah dalam proses diidentifikasi," tuturnya.

Prasetyo mengatakan pemerintah akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan. Keputusan mengenai kemungkinan dibukanya bantuan dari negara lain akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan penanganan bencana.

Korban Gempa NTT

Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di NTT bertambah menjadi 68 orang. Sementara korban luka 213 jiwa.

Menurut Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, korban jiwa tersebut tersebar dari Manggarai hinga Ngada.

"Dengan rincian di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo sebanyak 8 jiwa, Kabupaten Sikah 4 jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat 2 jiwa, dan Kabupaten Ngada 2 jiwa," ujar Berton dikutip melalui akun YouTube resmi BNPB, Senin.

Dia menegaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan jumlah korban. Jika jumlah korban kembali bertambah, pihaknya akan segera melaporkan.

"Dan kita selalu berharap dan berdoa agar tidak ada lagi ketambahan dari jiwa yang meninggal maupun yang luka-luka," ucap Berton.

Selain korban jiwa dan luka, sejumlah rumah warga serta fasilitas umum mengalami kerusakan berat. Data ini masih bersifat dinamis seiring berjalannya proses pencarian dan verifikasi di lapangan.

Rekomendasi