Gempa NTT bermagnitudo 7,7 menewaskan 38 orang dan memicu operasi pencarian korban di sejumlah wilayah pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Pemerintah daerah melaporkan masih ada warga yang diduga terjebak di reruntuhan bangunan, sementara ribuan orang mengungsi.
Di sisi lain, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut guncangan terjadi pada segmen Back-Arc Thrust yang telah dipetakan dalam Peta Gempa Indonesia 2024. Segmen ini diperkirakan memiliki potensi maksimum hingga magnitudo 7,8.
Guncangan terjadi pukul 05.58 WITA. BRIN menyebut posisi sumber gempa berada di segmen yang bersebelahan dengan lokasi gempa Flores 1992. Jalur Back-Arc Thrust sendiri menerus dari utara Flores, Lombok, hingga Bali.
Advertisement
Pencarian Korban Gempa NTT dan Data Sementara
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyebut masih ada warga yang diduga terjebak di reruntuhan bangunan. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya dikerahkan untuk melakukan pencarian dan pertolongan.
"Masih ada beberapa masyarakat yang disinyalir membutuhkan pertolongan. Ada yang terjebak di beberapa bangunan," ujar Melki.
"Ini menjadi sasaran utama tim penanganan bencana. Kepala Basarnas bersama unsur TNI dan Polri segera mengerahkan personel untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak," kata Melki.
Berdasarkan data sementara yang diterima Pemerintah Provinsi NTT, korban meninggal terbanyak berada di Manggarai dan Manggarai Timur, masing-masing 14 orang. Korban luka tercatat di Sikka 6 orang, Ende 13 orang, dan Manggarai Barat 4 orang. Selain itu, empat orang dilaporkan terjebak di dalam bangunan di wilayah Manggarai dan tengah diupayakan evakuasinya.
“Proses pendataan masih berlangsung karena hampir seluruh wilayah Flores terdampak dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Pemerintah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait terus bergerak memastikan penanganan korban berjalan optimal,” tegas Melki.
Pemerintah provinsi sedang memproses penetapan peristiwa ini sebagai Bencana Daerah Tingkat Provinsi. Adapun penetapan status bencana nasional menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan laporan soal warga yang masih terjebak bersifat dinamis dan diperkirakan kurang dari 10 orang.
"Tadi dilaporkan oleh Bapak Gubernur NTT itu ada beberapa, tapi di bawah sepuluh begitu. Tapi nanti tanya langsung Pak Gubernur karena saya takut salah," kata Suharyanto, Sabtu (15/8/2026).
Advertisement
Pemetaan BRIN: Back-Arc Thrust dan Potensi Magnitudo 7,8
Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menyebut potensi maksimum guncangan dari segmen Back-Arc Thrust telah tercantum dalam Peta Gempa Indonesia 2024.
"Di Peta Gempa 2024 juga sudah kami tulis potensi maksimum yang mungkin terjadi dari Back-Arc Thrust ini mencapai magnitudo 7,8," ujar Nuraini saat dihubungi, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Nuraini, gempa magnitudo 7,7 ini berada di segmen yang bersebelahan dengan lokasi gempa Flores tahun 1992. Ia menjelaskan Back-Arc Thrust merupakan jalur sesar menerus dari wilayah utara Flores, Lombok, hingga Bali.
Jalur yang sama sebelumnya juga memicu rangkaian gempa besar di Lombok pada 2018. Catatan tersebut menjadi salah satu rujukan BRIN dalam membaca dinamika segmen ini.
Advertisement
Apakah Guncangan 7,7 Sudah Gempa Utama?
BRIN masih mencermati apakah guncangan magnitudo 7,7 merupakan gempa utama atau justru gempa pendahulu (foreshock). Nuraini merujuk pada pengalaman rangkaian gempa Lombok 2018, ketika gempa besar terjadi setelah gempa sedang.
"Kita sih ekspektasinya, karena gempa sekarang sudah magnitudo 7,7, kita berharap ini sudah gempa utamanya, bukan foreshock. Foreshock itu gempa pendahuluan," ujar Nuraini.
Ia menambahkan, pemetaan menunjukkan potensi maksimum di segmen ini berada di sekitar magnitudo 7,8. Setelah guncangan utama, telah tercatat gempa susulan dengan kekuatan sekitar magnitudo 6.
"Kita melihat potensi gempa di segmen ini maksimum magnitudo 7,8. Tetapi tadi kan sudah terjadi magnitudo 7,7. Sudah keluar 7,7, kemudian tidak lama berselang salah satu gempa susulannya juga sudah magnitudo 6," tutur dia.