Prabowo Soroti Akses Sekolah Anak di Sidang Tahunan MPR

Di Sidang Tahunan MPR, Prabowo menekankan keselamatan anak saat ke sekolah dan meminta kepala daerah mendata kebutuhan jembatan desa. Ini arahannya.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Prabowo Soroti Akses Sekolah Anak di Sidang Tahunan MPR
Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR

Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak boleh ada lagi anak-anak yang mempertaruhkan nyawa demi sampai ke sekolah. Penekanan itu ia sampaikan dalam pidato Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menyebut pemerintah mempercepat pembangunan jembatan desa sebagai solusi akses, dan memaparkan capaian program yang dikerjakan sepanjang tahun ini.

Ia juga meminta para kepala daerah memeriksa kebutuhan jembatan di wilayah masing-masing dan melaporkan apabila tidak dapat ditangani di tingkat daerah.

Program Jembatan Desa: Capaian TNI dan Polri

Prabowo mengatakan pemerintah telah menyelesaikan 2.500 jembatan desa yang dibangun TNI dan 874 jembatan desa yang dibangun Polri sepanjang tahun ini.

Menurutnya, pemerintah menargetkan lebih dari 5.000 jembatan desa selesai dibangun hingga akhir tahun 2026.

Dalam pidato itu, ia mengaitkan program jembatan desa dengan kebutuhan akses warga di pedesaan.

Arahan Prabowo untuk Kepala Daerah

Prabowo meminta gubernur, bupati, camat, dan kepala desa mengecek desa-desa yang masih membutuhkan jembatan. Jika tidak mampu mengatasinya, ia menegaskan pemerintah pusat akan turun tangan.

"Kita berharap para gubernur, bupati, para camat, kepala desa semuanya mengecek desa-desa. Di mana lagi dibutuhkan jembatan desa, laporkan," katanya.
"Kalau gubernur, bupati, kepala desa tidak bisa mengatasi, pemerintah pusat turun dan mengatasi. Kita tidak akan membiarkan rakyat kita terlantar. Juga ibu-ibu kita, petani-petani kita tidak boleh berjam-jam ke pasar," tutur Prabowo.

Akses Sekolah hingga Pasar Jadi Sorotan

Dalam paparannya, Prabowo menggambarkan kondisi anak-anak yang harus berjalan berjam-jam menuju sekolah, bahkan datang dalam keadaan basah dan tetap mengikuti pelajaran.

"Berangkat ke sekolah harus berjalan berjam-jam, berangkat basah di kelas basah, pulang basah. Tidak boleh terjadi," ujarnya.
"Tidak boleh lagi ada anak-anak kita yang harus bertarung nyawa hanya untuk menyeberang sungai untuk ke sekolah karena tidak ada jembatan," kata Prabowo.
Rekomendasi