KPK Telusuri Aliran Uang Suap Proyek Bupati Langkat Syah Afandin

KPK memeriksa sejumlah saksi, termasuk Kadisdik Langkat, untuk mendalami dugaan aliran uang ke Bupati Syah Afandin.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi - Reporter
KPK Telusuri Aliran Uang Suap Proyek Bupati Langkat Syah Afandin
Bupati Langkat Syah Afandin. Foto: ANTARA/Rio Feisal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi dalam penyidikan dugaan pemerasan yang menyeret Bupati Langkat, Syah Afandin.

Salah satunya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Ilhamsyah Bangun.

"Terkait dengan perkara Langkat, beberapa saksi yang dilakukan pemeriksaan memang untuk melengkapi alat bukti yang sebelumnya sudah didapatkan pada saat penyidikan awal, di mana, dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan, kemudian terungkap Bupati ini diduga menerima sejumlah aliran uang, termasuk dari beberapa proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Kamis (13/8/2026).

Budi mengatakan, dugaan aliran dana tersebut juga berkaitan dengan proyek pengadaan seragam sekolah. Untuk itu, penyidik membutuhkan konfirmasi tambahan dari para pihak yang terkait.

"Sehingga dari temuan awal pada peristiwa tangkap tangan tersebut, penyidik membutuhkan konfirmasi, keterangan, dan juga bukti-bukti tambahan untuk mempertebal dalam rangkaian proses penyidikan perkara ini," ucap Budi.

Ia menambahkan, pengumpulan bukti tambahan dilakukan agar pemberkasan di tahap penyidikan segera tuntas sehingga perkara dapat dilanjutkan ke persidangan.

OTT Bupati Langkat

Sebelumnya, Syah Afandin terjaring OTT KPK di Sumatera Utara pada Kamis 2 Juli 2026. Ia diamankan bersama enam orang lainnya di sejumlah lokasi berbeda di provinsi tersebut.

"Perkara ini diduga terkait dengan suap proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perkim (Perumahan dan Kawasan Permukiman)," ungkap Budi.

"Tentunya nanti juga akan didalami, ditelusuri, apakah juga ada penerimaan-penerimaan lainnya atau gratifikasi yang dilakukan oleh Bupati atau penyelenggara negara di wilayah Langkat," jelas Budi.

Tujuh Orang Diamankan, Uang Tunai Disita

"Bahwa dalam peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim penyelidik mengamankan sejumlah tujuh orang. Satu orang merupakan penyelenggara negara, satu orang merupakan ASN di Kabupaten Langkat, dan lima orang lainnya merupakan pihak swasta," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jumat 3 Juli 2026.

"Dari tujuh orang yang diamankan tersebut, salah satunya adalah Bupati Langkat. Adapun kepada tujuh orang yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini diamankan di wilayah Langkat, Binjai, dan juga Medan," sambungnya.

 

Rekomendasi