Raja Juli Bungkam Ditanya SGD 2.000 Hilang dari Amplop Bupati Kuansing

Saat ditanya mengenai uang tersebut, Raja Juli justru mengalihkan pembicaraan ke isu reforma agraria.

Delvira
Oleh Delvira - Reporter
Raja Juli Bungkam Ditanya SGD 2.000 Hilang dari Amplop Bupati Kuansing
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat membuka Sosialisasi Revisi II Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) 2011–2030, di Kantor Kemenhut, Selasa (7/7) (Istimewa)

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni enggan menjelaskan keberadaan selisih 2.000 dolar Singapura (SGD) dari amplop yang diberikan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby. Saat ditanya mengenai uang tersebut, Raja Juli justru mengalihkan pembicaraan ke isu reforma agraria.

Keterangan soal selisih uang itu sebelumnya disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK menyebut amplop yang diberikan Suhardiman Amby untuk Raja Juli awalnya berisi 14.000 SGD, tetapi saat diamankan penyidik hanya ditemukan 12.000 SGD.

"Kita ngomongin reforma agraria hari ini," ujar Raja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Raja Juli kembali menghindari pertanyaan saat awak media meminta klarifikasi mengenai selisih uang tersebut. Dia hanya menyampaikan permintaan maaf sebelum masuk ke mobil dan meninggalkan lokasi.

“Maaf," katanya.

KPK Sita Amplop untuk Raja Juli

KPK menyita uang 12.000 SGD dalam amplop yang diberikan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni. Namun, KPK menduga jumlah tersebut tidak utuh dari semula senilai 14.000 Dollar Singapura

“Untuk Menhut, betul kita sudah menemukan 14.000 SGD hasil pengumpulan dari para petani-petani KUD di Kabupaten Kuansing. Tetapi kemudian ada perbedaan jumlah 12.000 SGD yang kita sita,” kata Plh Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (10/8/2026).

KPK kini menelusuri yang 2.000 Dollar Singapura yang mestinya berada dalam amplop tersebut.

Awal Mula KPK Sita Amplop untuk Raja Juli

Kasus amplop yang dikaitkan dengan Raja Juli Antoni bermula dari pertemuan Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby di Kementerian Kehutanan pada 2 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, Suhardiman disebut meninggalkan sebuah amplop yang kemudian menjadi bagian dari penyidikan KPK.

KPK mendalami asal-usul dan tujuan pemberian uang tersebut setelah mengusut dugaan korupsi terkait pengurusan tata ruang kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Kabupaten Kuansing, Riau. Dalam konstruksi awal perkara, Suhardiman diduga mengumpulkan uang dari sejumlah pihak sebelum membawanya saat menemui Raja Juli.

Uang tersebut disebut berasal dari Sisa Hasil Usaha (SHU) para petani yang tergabung dalam sejumlah Koperasi Unit Desa (KUD) di Kuansing. KPK menduga uang itu dikumpulkan untuk keperluan pengurusan rekomendasi terkait pelepasan kawasan hutan.

Dalam proses penyidikan, KPK kemudian menyita uang dalam bentuk dolar Singapura yang berkaitan dengan amplop tersebut.

 

Rekomendasi