Polda Sulawesi Utara mengambil alih penanganan tragedi Drag Race Maut Kotamobagu pada ajang Drag Race dan Drag Bike di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, menyusul insiden pada Minggu (9/8/2026).
Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie menyatakan proses penyelidikan tengah berjalan dan menegaskan penegakan hukum akan dilakukan bila ditemukan pelanggaran.
"Tentunya saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kalau ada pelanggaran hukum, tentunya akan diproses," kata Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie kepada wartawan Senin (10/8/2026).
Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan penyebab kecelakaan serta menelusuri adanya unsur kelalaian.
Kapolda membuka kemungkinan penetapan pengemudi sebagai tersangka. Selain itu, hingga saat ini lima orang telah dimintai keterangan.
"Saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan penyebab kecelakaan serta menelusuri ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum dalam pelaksanaan kegiatan," sambungnya.
"Sementara yang diperiksa sudah lima orang. Selain itu, untuk pengemudi sendiri berpotensi akan menjadi tersangka," jelas Roycke.
Advertisement
Polda Sulut Tarik Perkara dan Telusuri Panitia
Penanganan perkara ditarik ke Polda Sulut. Kapolda menyebut langkah ini ditempuh untuk keterbukaan proses dan memastikan penegakan hukum berjalan.
"Kasus tersebut akan ditarik ke Polda Sulut agar lebih terbuka. Selain itu, untuk penegakan hukum akan kita jalani," sambungnya.
Penyelidikan juga tidak hanya diarahkan kepada pengemudi kendaraan. Polisi akan memeriksa seluruh rangkaian penyelenggaraan ajang balap, termasuk peran panitia dan alur pelaksanaan kegiatan.
"Semua pihak akan kita periksa, mulai dari alurnya, dari panitia penyelenggara. Apa potensinya, tentunya sementara dalam proses," ungkap Roycke.
Advertisement
Korban Drag Race Maut Kotamobagu Bertambah Jadi Delapan
Jumlah korban tewas bertambah. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kotamobagu AKP Luster Simanjuntak membenarkan total delapan korban meninggal per Senin (10/8/2026).
"Jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut saat ini telah mencapai delapan orang," ujar Luster Simanjuntak, Senin (10/8/2026).
"Beberapa korban yang terdampak dalam tragedi ini diketahui masih berusia anak-anak," imbuhnya.
Korban meninggal terbaru adalah Ali Jojang, warga Bilalang IV. Ali mengalami luka berat dan sempat dirawat di Rumah Sakit Monompia sebelum mengembuskan napas terakhir.