Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam pembukaan muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 27 Agustus 2026 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
"Insyaallah Presiden datang untuk membuka Muktamar pada tanggal 27 Agustus," katanya, Senin (10/8/2026).
Gus Ipul mengatakan, kehadiran Presiden diperkirakan turut meningkatkan jumlah warga yang datang ke Jombang, baik peserta muktamar maupun warga NU dari berbagai daerah.
Meningkatnya mobilitas tersebut diperkirakan berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan, termasuk kawasan pesantren dan sejumlah tempat yang menjadi lokasi Muktamar ke-35 NU.
"PBNU memohon maaf jika nanti selama penyelenggaraan Muktamar ada pengalihan lalu lintas atau mungkin menimbulkan kemacetan. Kami mohon maaf kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar pesantren," ujarnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada kepolisian, pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Jombang, dan masyarakat yang telah membantu persiapan pelaksanaan Muktamar.
"Kami berterima kasih kepada kepolisian, pemerintah daerah, gubernur, bupati, dan terutama masyarakat di sekitar pesantren yang sejak awal ikut membantu dan mendukung persiapan Muktamar," katanya.
Dalam persiapan terakhir, Saifullah bersama Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU K.H. Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq mengecek kesiapan kamar peserta di Tower 5 Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA), Jombang.
Gus Ipul juga memasang stiker pembagian kamar bagi peserta muktamar. Setelah itu, ia memimpin apel panitia yang akan bertugas melayani peserta di Tower 5 UNWAHA.
Selain itu, ia menggelar rapat bersama panitia lokal untuk memastikan seluruh persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berjalan sesuai rencana.
Ia mengingatkan panitia bahwa Muktamar ke-35 NU memiliki makna tersendiri karena digelar di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang memiliki keterkaitan dengan sejarah para pendiri NU.
"Kita kembali ke pangkuan muassis. Karena itu, mari kerahkan seluruh kemampuan kita. Kita berharap dari Muktamar ini mendapatkan keberkahan," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU K.H. Abdurrozaq Sholeh mengajak seluruh panitia menjadikan kesempatan menjadi tuan rumah muktamar sebagai momentum untuk melayani para kiai dan ulama dengan sebaik-baiknya.
"Seratus tahun lagi belum tentu Muktamar kembali ke Tambakberas. Maka dari itu, mari kita serius melayani para ulama. Niatnya ditata, niat yang ikhlas," katanya.
Menurut Gus Rozaq, pelaksanaan Muktamar ke-35 NU akan menjadikan Tambakberas sebagai salah satu pusat perhatian warga Nahdliyin dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri.
"Seluruh dunia akan memandang Tambakberas. Karena itu, mari kita tunjukkan pelayanan terbaik kita kepada para kiai, ulama, dan seluruh muktamirin," ujarnya.