Kanwil Ditjen Imigrasi DIY Hadirkan Pasporia, Mudahkan Layanan Paspor Akhir Pekan di Kulon Progo

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY meluncurkan Pasporia, layanan paspor akhir pekan di Kulon Progo, untuk mendekatkan akses keimigrasian kepada masyarakat di luar hari kerja.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kanwil Ditjen Imigrasi DIY Hadirkan Pasporia, Mudahkan Layanan Paspor Akhir Pekan di Kulon Progo
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY meluncurkan Pasporia, layanan paspor akhir pekan di Kulon Progo, untuk mendekatkan akses keimigrasian kepada masyarakat di luar hari kerja. (AntaraNews)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar layanan paspor akhir pekan bertajuk "Pasporia" (Paspor Minggu Ceria) di Alun-alun Wates, Kulon Progo. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keimigrasian, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.

Program Pasporia pertama kali dilaksanakan pada Minggu, 9 Agustus 2026, di Alun-alun Wates. Peluncuran layanan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus mengimplementasikan semangat "Imigrasi untuk Rakyat".

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi DIY, Yuni Santi Nurani, menjelaskan bahwa Pasporia dirancang untuk mendekatkan pelayanan langsung kepada masyarakat. Lokasi strategis di Teras Rutan Kelas II B Wates kawasan Alun-Alun Wates dipilih karena merupakan pusat aktivitas warga pada akhir pekan.

"Imigrasi untuk Rakyat" Dekatkan Layanan

Yuni Santi Nurani menegaskan bahwa semangat "Imigrasi untuk Rakyat" menjadi landasan utama program Pasporia ini. Tujuannya adalah memastikan masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan keimigrasian tanpa terhalang jadwal kerja.

Pemilihan Alun-Alun Wates sebagai lokasi penyelenggaraan perdana Pasporia sangat strategis. Area ini merupakan pusat kegiatan olahraga dan interaksi sosial masyarakat Kulon Progo setiap akhir pekan.

Dengan demikian, warga yang sedang beraktivitas di hari Minggu dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengurus dokumen perjalanan mereka. Inovasi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Pasporia Berkelanjutan dengan Kuota Terbatas

Melihat tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan perdana, Yuni Santi Nurani menyampaikan rencana keberlanjutan layanan Pasporia. Program ini direncanakan akan berjalan secara rutin, setidaknya dua kali dalam sebulan atau setiap dua minggu sekali.

Pada pelaksanaan awal, Direktorat Jenderal Imigrasi menyediakan kuota terbatas sebanyak 25 pemohon. Kuota ini terbagi menjadi 20 pendaftaran daring melalui aplikasi M-Paspor dan lima kuota untuk pemohon langsung (walk-in).

Evaluasi animo masyarakat akan terus dilakukan untuk menyesuaikan penambahan kuota pada pelaksanaan berikutnya. Hal ini menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan keimigrasian.

Target Masyarakat Sibuk dan Layanan Reguler

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo, Muhammad Wahyudiantoro, menjelaskan bahwa target utama program Pasporia adalah masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja biasa. Ini mencakup mereka yang terhambat oleh izin pekerjaan maupun kesibukan lainnya.

"Target kami, agar masyarakat yang kesulitan terkait izin atau pengurusan paspor pada hari kerja, Senin sampai Jumat, tetap dapat terlayani di hari libur. Kami memilih lokasi tempat masyarakat berkumpul, seperti di Alun-Alun Wates ini," kata Wahyudiantoro.

Selain Pasporia, pengajuan paspor pada hari kerja reguler di wilayah hukum Imigrasi Kulon Progo juga tetap tinggi. Saat ini, Imigrasi Kulon Progo membuka kuota reguler sebanyak 30 pemohon per hari di kantor utama dan 30 pemohon per hari di Unit Layanan Paspor (ULP) Bantul.

Rata-rata penerbitan paspor mencapai 25 hingga 30 dokumen per hari di masing-masing lokasi. Peruntukan paspor beragam, mulai dari keperluan wisata hingga yang semakin dominan adalah pemohon untuk ibadah umrah.

Apresiasi Warga Terhadap Kemudahan Layanan

Salah seorang warga Sentolo, Emayati (42), mengungkapkan rasa syukurnya atas inovasi layanan paspor akhir pekan ini. Ia mengaku sangat terbantu karena kesibukan kerja pada hari biasa menyulitkannya datang ke kantor imigrasi.

"Senang sekali dan bersyukur, karena kalau hari biasa kita sibuk kerja dari pagi sampai sore jadi agak susah menyempatkan datang ke kantor imigrasi. Saya datang hari ini untuk perpanjangan paspor persiapan liburan sekolah bersama keluarga," ujar Emayati.

Emayati juga menilai alur pelayanan Pasporia berjalan cepat, nyaman, dan transparan tanpa antrean panjang. Paspor yang telah diproses dijadwalkan selesai dan dapat diambil di Kantor Imigrasi Kulon Progo pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi