Imigrasi Banda Aceh Hadirkan Layanan Pasporia di CFD, Permudah Warga Urus Paspor Akhir Pekan

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh sukses menyelenggarakan Layanan Pasporia di Car Free Day, melayani 15 permohonan paspor untuk kemudahan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Imigrasi Banda Aceh Hadirkan Layanan Pasporia di CFD, Permudah Warga Urus Paspor Akhir Pekan
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh sukses menyelenggarakan Layanan Pasporia di Car Free Day, melayani 15 permohonan paspor untuk kemudahan masyarakat. (AntaraNews)

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang inovatif dan adaptif. Melalui program “Pasporia” atau Paspor Minggu Ceria, Imigrasi Banda Aceh sukses melayani permohonan paspor di tengah keramaian kegiatan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh. Inisiatif ini dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat dengan mobilitas tinggi yang kesulitan mengurus dokumen keimigrasian pada hari kerja.

Pada pelaksanaan Pasporia di CFD Kota Banda Aceh, sebanyak 15 permohonan paspor berhasil dilayani oleh petugas Imigrasi. Dari total permohonan tersebut, 10 di antaranya merupakan pengajuan paspor baru, sementara 5 permohonan lainnya adalah untuk penggantian atau perpanjangan paspor. Program ini memungkinkan warga untuk berolahraga sekaligus menyelesaikan urusan paspor secara efektif dan efisien di akhir pekan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Bambang Tri Cahyono, menyatakan bahwa Pasporia adalah layanan jemput bola yang mendekatkan Imigrasi kepada masyarakat. Inovasi ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan untuk menyediakan pelayanan keimigrasian yang mudah diakses. Tujuannya adalah memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan paspor tanpa terkendala waktu atau kesibukan.

Inovasi Layanan Jemput Bola Imigrasi Banda Aceh

Bambang Tri Cahyono menjelaskan bahwa program Pasporia didesain sebagai solusi konkret bagi masyarakat yang memiliki jadwal padat di hari kerja. Dengan memadukan layanan keimigrasian bersama aktivitas rekreasi warga di akhir pekan, Imigrasi Banda Aceh berharap dapat memberikan kemudahan maksimal. Kehadiran layanan ini di CFD membuktikan bahwa Imigrasi senantiasa mencari cara baru untuk melayani publik dengan lebih baik.

Sebanyak 15 permohonan paspor yang dilayani pada kegiatan CFD Kota Banda Aceh menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap inovasi ini. Rinciannya, 10 permohonan diajukan untuk paspor baru, sedangkan 5 permohonan lainnya adalah untuk penggantian atau perpanjangan paspor. Data ini menggarisbawahi efektivitas layanan jemput bola dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan dokumen perjalanan.

Menurut Bambang, Pasporia bukan hanya sekadar layanan, tetapi juga komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan pelayanan publik yang inovatif, adaptif, dan dekat dengan masyarakat. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak warga. Imigrasi Banda Aceh berkomitmen untuk terus berinovasi demi kepuasan publik.

Peninjauan Langsung dan Komitmen Transparansi

Kualitas pelayanan Pasporia mendapat perhatian langsung dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan. Beliau hadir meninjau langsung pelaksanaan layanan di CFD untuk memastikan bahwa standar pelayanan tetap terjaga dengan baik. Peninjauan ini juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pemohon paspor.

Dalam kesempatan tersebut, Tato Juliadin Hidayawan turut berdialog dengan para pemohon untuk mendengarkan masukan dan aspirasi mereka. Dialog langsung ini merupakan bagian dari upaya Imigrasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan berdasarkan pengalaman masyarakat. Beliau juga mengapresiasi inovasi yang dijalankan oleh petugas di lapangan.

Bambang Tri Cahyono menegaskan bahwa seluruh proses pelayanan dalam program Pasporia menjamin transparansi penuh. Persyaratan dan biaya yang dikenakan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. Komitmen terhadap transparansi ini adalah pilar utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan keimigrasian.

Transformasi Pelayanan Publik Berkelanjutan

Imigrasi Banda Aceh menyatakan akan terus mengembangkan berbagai inovasi layanan serupa di masa mendatang. Hal ini merupakan bagian dari wujud transformasi pelayanan publik yang lebih luas, yang bertujuan untuk menciptakan layanan yang cepat, mudah, transparan, dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Pengembangan inovasi adalah kunci untuk menjawab dinamika kebutuhan publik.

Langkah progresif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas birokrasi dan pelayanan publik di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi dan pendekatan proaktif, Imigrasi Banda Aceh berupaya menghilangkan hambatan administratif. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi setiap warga negara yang membutuhkan layanan keimigrasian.

Komitmen Imigrasi Banda Aceh terhadap inovasi dan pelayanan prima diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi pemerintah lainnya. Melalui program seperti Pasporia, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan, tetapi juga merasakan kehadiran negara yang responsif terhadap kebutuhan mereka. Ini adalah langkah nyata menuju pelayanan publik yang modern dan berorientasi pada masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi