Kemenpar Dorong Wisata Yacht Indonesia, Bidik Pasar Premium dan Perkuat Ekosistem Bahari

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya mengembangkan wisata yacht Indonesia untuk menarik wisatawan bernilai tinggi, memperkuat ekosistem pariwisata bahari, dan meningkatkan daya saing global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenpar Dorong Wisata Yacht Indonesia, Bidik Pasar Premium dan Perkuat Ekosistem Bahari
Kemenpar serius menggarap potensi Wisata Yacht Indonesia sebagai pilar utama pariwisata bahari. Ini bertujuan memperkuat daya saing dan ekonomi lokal melalui kolaborasi lintas sektor. (AntaraNews)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah gencar mendorong pengembangan wisata yacht di Indonesia. Langkah ini diambil untuk memperkuat ekosistem pariwisata bahari nasional, menarik kunjungan wisatawan bernilai tinggi, serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Upaya ini sejalan dengan potensi besar Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di kawasan Segitiga Terumbu Karang.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa wisata yacht merupakan salah satu dari tiga pilar utama pariwisata bahari berkualitas, selain wisata kapal pesiar dan menyelam. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara INSA Yacht Festival 2026 yang berlangsung di Bali. Pengembangan sektor ini diharapkan dapat membawa dampak ekonomi yang luas bagi berbagai industri terkait.

Pengembangan wisata yacht memerlukan kolaborasi erat antara berbagai pihak, mulai dari pelaku industri, investor, komunitas, lembaga pemerintah, hingga pemangku kepentingan pariwisata. Kerja sama ini penting untuk membangun industri yang kompetitif dan berkelanjutan. Dengan demikian, Indonesia dapat memantapkan posisinya sebagai destinasi pariwisata bahari terkemuka di dunia.

Potensi dan Strategi Pengembangan Wisata Yacht Indonesia

Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk mengembangkan wisata yacht berkat statusnya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan lokasinya di dalam Segitiga Terumbu Karang, pusat keanekaragaman hayati laut global. Kekayaan alam bawah laut yang memukau dan ribuan pulau yang eksotis menjadi daya tarik utama bagi para penggemar yacht.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa pengembangan sektor ini membutuhkan sinergi dari berbagai elemen. Kolaborasi antarpihak diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan wisata yacht, mulai dari penyediaan infrastruktur hingga promosi destinasi.

Kerja sama yang solid dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata bahari unggulan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk menyebarkan manfaat ekonomi ke seluruh industri terkait dan komunitas lokal. Kemenpar melihat potensi besar untuk peningkatan kunjungan wisatawan serta stimulasi industri perkapalan, marina, galangan kapal, dan UMKM.

Dampak Ekonomi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Pengembangan wisata yacht diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Peningkatan jumlah wisatawan yacht akan mendorong pertumbuhan industri perkapalan, pembangunan dan pengelolaan marina, serta aktivitas galangan kapal. Selain itu, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat pesisir juga akan merasakan manfaat ekonomi dari geliat pariwisata ini.

Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA), Carmelita Hartoto, menyoroti nilai strategis pariwisata bahari karena efek penggandanya. Menurutnya, pengembangan pariwisata bahari harus dioptimalkan melalui kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku bisnis, asosiasi industri, dan pemangku kepentingan lainnya.

Hartoto menambahkan, melalui INSA Yacht Festival, asosiasi tersebut berupaya mendukung pengembangan pariwisata berkualitas di Indonesia. Festival ini tidak hanya menampilkan kegiatan-kegiatan menarik, tetapi juga menyediakan ruang kolaborasi bagi para pemangku kepentingan untuk mengembangkan pariwisata bahari berkualitas tinggi.

INSA Yacht Festival 2026: Ajang Promosi Wisata Yacht

INSA Yacht Festival 2026, yang merupakan edisi ketiga, diselenggarakan pada 7-9 Agustus di Benoa Marina, Bali. Festival tiga hari ini berfokus pada yacht dan pariwisata bahari, menjadi platform penting untuk mempromosikan potensi Indonesia di sektor ini.

Berbagai kegiatan menarik disajikan dalam festival ini, antara lain:

  • Pameran yacht
  • Tur edukasi
  • Peninjauan yacht
  • Joy ride atau wisata singkat menggunakan yacht
  • Peluncuran kapal baru
  • Sesi Pilates di atas yacht
  • Peragaan busana
  • Makan malam romantis saat matahari terbenam dengan kapal pesiar

Kemenpar memberikan dukungan penuh terhadap festival ini melalui Politeknik Pariwisata Bali. Politeknik tersebut menyediakan layanan perhotelan selama acara untuk memperkuat keterampilan pariwisata dan kualitas layanan. Selain itu, Kemenpar juga mendukung kegiatan promosi dan publisitas untuk memperluas jangkauan festival dan menyoroti potensi yachting dan pariwisata bahari Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi