TNI bersama berbagai instansi terkait menggelar Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami Kogabwilhan II Tahun 2026 di Bali. Latihan ini bertujuan menguji kesiapan prosedur, komando, pengendalian, serta sinergi antarinstansi. Pulau Dewata dipilih sebagai lokasi karena potensi ancaman gempa bumi dan tsunami yang tinggi.
Memasuki hari keenam, Sabtu (09/8), Kogasgabpad Kodam IX/Udayana melaksanakan aplikasi lapangan di Pantai Merta Sari, Denpasar. Tahapan ini penting untuk melihat kesiapan nyata seluruh unsur saat menghadapi kondisi darurat bencana. Pengujian tidak hanya menyasar kemampuan personel di lapangan, tetapi juga prosedur operasi dan koordinasi.
Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Muzafar menyatakan Indonesia memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami. Kondisi ini menuntut kesiapan seluruh unsur terus diuji dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Latihan ini juga memastikan kesamaan persepsi antarpihak terkait.
Advertisement
Advertisement
Bali Sebagai Laboratorium Kesiapsiagaan Bencana
Bali dipilih sebagai lokasi latihan karena karakteristik geografisnya yang rawan gempa bumi dan tsunami akibat aktivitas tektonik di wilayah Indonesia bagian tengah. Selain itu, statusnya sebagai destinasi pariwisata internasional dengan tingkat mobilitas penduduk dan wisatawan yang tinggi menjadi pertimbangan utama.
Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan bencana di Bali memiliki dimensi yang lebih luas, tidak hanya menyangkut keselamatan masyarakat lokal. Respons terhadap bencana juga membutuhkan kemampuan menangani mobilitas wisatawan dan berbagai aktivitas masyarakat yang berlangsung di kawasan pariwisata.
Latihan ini menjadi sarana penting untuk menguji kesiapan personel dan satuan, termasuk efektivitas komando dan pengendalian. Ini juga mengintegrasikan kekuatan TNI dan unsur terkait agar mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi bencana.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Lintas Instansi dalam Penanggulangan Bencana
Dalam latihan tersebut, kekuatan TNI dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara di jajaran Kogabwilhan II dilibatkan secara penuh. Mereka bersinergi dengan BNPB/BPBD, Basarnas, Polri, pemerintah daerah, unsur kesehatan, serta kementerian/lembaga terkait lainnya.
Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Muzafar menegaskan bahwa sinergi lintas instansi menjadi salah satu aspek penting yang ingin diuji melalui latihan ini. Sistem penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama erat agar setiap unsur memahami tugas dan perannya saat kondisi darurat.
"Yang tidak kalah penting, kita ingin membangun dan memperkuat sinergi antara TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, Polri dan seluruh komponen bangsa, sehingga sistem penanggulangan bencana nasional semakin tangguh, responsif dan efektif," ujar Muzafar.
Advertisement
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menambahkan, Kodam IX/Udayana akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB/BPBD, Basarnas, Polri, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Upaya ini bertujuan membangun kesiapsiagaan bencana yang kokoh di wilayah Bali.
Advertisement
Aspek Kemanusiaan dan Pengujian Operasional
Selain menguji kemampuan operasional dan koordinasi, latihan ini juga memasukkan aspek kemanusiaan yang penting. Sebanyak 1.200 paket sembako dibagikan kepada masyarakat di sekitar wilayah latihan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak.
Bakti kesehatan berupa pengobatan gratis juga dilaksanakan di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, yang disimulasikan sebagai tempat pengungsian bagi masyarakat terdampak bencana. Hal ini menunjukkan latihan tidak hanya fokus pada militer tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
Latihan ini menguji kesiapan menghadapi gempa bumi dan tsunami tidak hanya dari sisi kekuatan personel dan peralatan, tetapi juga dari kemampuan seluruh unsur untuk bergerak dalam satu sistem terpadu. Tujuan akhirnya adalah memastikan masyarakat mendapat perlindungan, pertolongan, dan bantuan secara cepat saat bencana terjadi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews