Seorang lansia warga negara (WN) Australia bernisial MF (60) dievakuasi oleh Satpol PP setelah sempat menggelandang di sebuah pos kamling di kawasan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Bule Australia ini dikabarkan tidur di poskamling selama empat hari.
Komandan Regu (Danru) Satpol PP BKO Kecamatan Kuta I Wayan Suantara mengatakan, pihaknya menangani WNA tersebut pada Selasa (28/7).
"Kami menindaklanjuti laporan mengenai WNA yang sempat tidur di salah satu pos kamling di daerah Kuta. Katanya dari warga, dia sempat tidur di sana empat hari. Kita tindak lanjuti dan ke lokasi, kita cek memang benar ada WNA, kurang lebih umurnya 60 tahun," kata Suantara, dihubungi Jumat (7/8).
Kepada petugas, warga asing ini mengaku belum mendapatkan tempat menginap dan mengaku tidak ingin tinggal di hotel karena suasananya dianggap terlalu sepi.
"Yang bersangkutan pada waktu itu bilang, bahwa dia tidak suka menginap di hotel karena sepi. Dia inginnya menginap seperti di homestay," imbuhnya.
Petugas membantu mencarikan tempat menginap yang sesuai dengan keinginan WNA tersebut di kawasan Jalan Nakula Legian, Kuta. Lalu, warga asing itu dibawa ke penginapan dan berencana tinggal hingga Sabtu (8/8) sebelum kembali ke negaranya keesokan harinya.
Tetapi, selama menginap perilaku WNA tersebut dikeluhkan pemilik penginapan. Menurut keterangan pemilik penginapan kepada petugas, bule itu tersebut kerap membuat gaduh.
"Menurut keterangan pemiliknya, WNA itu berlakunya semaunya, sampai kamar penginapannya, dia tidurnya, seprai kotor, sampah banyak," ujarnya.
Warga asing tersebut juga disebut sempat buang air kecil sembarangan di area depan lobi penginapan. Selain itu, dia beberapa kali marah-marah dan membuat tamu lain serta pengelola penginapan merasa terganggu.
Kemudian, petugas mendatangi penginapan pada Rabu (5/8) malam. Saat petugas mencoba berkomunikasi, warga asing itu justru membentak-bentak. Petugas akhirnya membawanya ke RSUP Prof Ngoerah di Kota Denpasar untuk diperiksa.
"Kami bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dulu. Kami tidak berani menyimpulkan karena perilakunya seperti itu, kita mohon bantuan dokter psikiater," ujar Suantara.