Pelaku Blak-blakan Asal Usul Pisau Dipakai Mutilasi Pria di Depok

Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi di Depok, Jawa Barat.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Pelaku Blak-blakan Asal Usul Pisau Dipakai Mutilasi Pria di Depok
Petugas kepolisian memasang garis polisi di rumah kontrakan di Cipayung, Depok, yang ditempati pelaku mutilasi. Lokasi tersebut kini menjadi fokus penyelidikan. (Foto: Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto).

Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi di Depok, Jawa Barat. Pelaku Saepullah alias SA mengaku menggunakan pisau yang diambil dari dapur kontrakannya untuk membunuh sekaligus memutilasi korban.

Pengakuan itu disampaikan SA saat menjalani pemeriksaan penyidik setelah ditangkap. Dia mengaku mengambil pisau dari dapur sebelum menusuk korban.

“Saya turun ke bawah (dapur), terus ambil pisau. Terus saya tusuk dulu sebelah sini,” ujar SA sambil memperagakan bagian perut, Rabu (5/8/2026).

Menurut pengakuan SA, korban masih sempat melakukan perlawanan setelah ditusuk. Kondisi itu membuat emosinya semakin memuncak.

“Dia berontak lagi, nendang saya. Saya makin emosi, terus saya pegang saja kepalanya,” katanya.

SA kemudian mengaku menggorok leher korban hingga tewas. Setelah itu, dia memotong tubuh korban menggunakan pisau yang sama.

“Di kontrakan saya, di Cipayung, Jalan Belimbing,” katanya saat ditanya lokasi pembunuhan.

Alasan Mutilasi

Pelaku kemudian mengungkapkan alasan memutilasi tubuh korban. Dia mengaku kesulitan mengangkut jasad keluar dari kontrakannya.

“Karena susah bawanya. Di situ kan ramai orang dan perumahan juga,” ujar SA.

Seusai kejadian, pisau bersama pakaian yang dikenakannya dibuang ke kawasan Pitara, Depok.

“Kalau itunya dibuang sama baju-bajunya di daerah Pitara. Nanti saya tunjukin,” ujarnya.

SA juga mengaku membuang potongan kaki korban ke aliran air di kawasan Jembatan Serong, Cipayung.

“Kaki aja,” jawab SA saat ditanya bagian tubuh yang dibuang di lokasi tersebut.

Saat ditanya apakah pembunuhan dilakukan bersama orang lain, SA mengaku beraksi seorang diri.

“Sendiri aja,” katanya.

Rekomendasi