Tak Ada Ambulans Desa, Lansia Mojokerto Dievakuasi Pakai Truk

Video evakuasi lansia di Mojokerto pakai truk viral. Warga menyebut tak ada ambulans desa. Kepala desa jelaskan anggaran. Ini kronologinya.

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes - Reporter
Tak Ada Ambulans Desa, Lansia Mojokerto Dievakuasi Pakai Truk
Warga mengevakuasi seorang kakek menggunakan truk

Ketiadaan ambulans desa memaksa warga Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, mengevakuasi seorang lansia menggunakan bak truk. Peristiwa yang terekam video dan beredar di media sosial itu terjadi saat warga membawa Doso (70) dari area galian menuju permukiman.

Doso sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu (26/7/2026). Ia ditemukan dalam kondisi lemas namun sadar pada Senin sekitar pukul 16.00 WIB, di lokasi galian yang berjarak lebih dari satu kilometer dari rumahnya.

Medan menuju lokasi sulit dilalui kendaraan biasa. Tanpa ambulans maupun mobil siaga desa, warga memanfaatkan truk milik salah satu tetangga untuk proses evakuasi. Setibanya di rumah, bidan desa memberikan penanganan awal sebelum perawatan lebih lanjut.

Evakuasi Pakai Truk di Tengah Ketiadaan Ambulans Desa

Video yang diunggah warga memperlihatkan proses evakuasi menggunakan truk karena Curahmojo belum memiliki ambulans desa atau mobil siaga. Pilihan itu ditempuh lantaran tidak ada armada darurat yang bisa menembus medan menuju lokasi penemuan.

Sunaryo (42), warga yang turut merekam dan mengunggah kejadian tersebut, menjelaskan truk yang digunakan kebetulan sedang bersiap mengangkut pallet. Ia menghubungi pemilik kendaraan untuk meminta bantuan.

"Saat evakuasi medannya memang sulit. Kebetulan ada truk yang hendak mengangkut pallet. Saya menghubungi pemiliknya dan alhamdulillah diizinkan dipakai untuk membantu evakuasi," ujarnya.

Menurut Sunaryo, minimnya transportasi kesehatan sudah lama dirasakan warga. Mereka yang membutuhkan kendaraan menuju fasilitas kesehatan kerap meminjam mobil tetangga atau menyewa dengan biaya sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Jarak Desa Curahmojo ke Puskesmas Pungging juga disebut mencapai sekitar 12 hingga 15 kilometer.

"Kalau ada mobil siaga tentu masyarakat akan lebih mudah saat menghadapi kondisi darurat," katanya.

Keluarga Ceritakan Hilangnya Doso dan Kondisinya

Menurut keluarga, Doso mengalami penurunan daya ingat dan rutin berobat di salah satu rumah sakit di Kabupaten Mojokerto. Pada Minggu (26/7/2026), ia meninggalkan rumah tanpa pamit, berbeda dari kebiasaan sebelumnya.

Muhaimin (32), menantu Doso, menuturkan keluarga langsung melakukan pencarian hingga akhirnya sang mertua ditemukan pada Senin sore.

"Biasanya kalau keluar selalu pamit. Tapi kemarin tidak pamit dan tidak pulang-pulang. Akhirnya kami melakukan pencarian. Baru ditemukan Senin sekitar pukul 16.00 WIB di lokasi galian. Hampir 28 jam beliau hilang. Waktu ditemukan kondisinya sudah lemas, tetapi masih sadar," tutur Muhaimin, Kamis (30/7/2026).

Setelah berhasil dibawa pulang menggunakan truk, Doso mendapatkan penanganan awal dari bidan desa sebelum diarahkan untuk perawatan lanjutan. Lokasi penemuan yang lebih dari satu kilometer dari rumah menambah tantangan evakuasi di tengah fasilitas transportasi kesehatan yang terbatas.

Kepala Desa: Anggaran Terbatas, Usulan Mobil Siaga Akan Dibahas

Kepala Desa Curahmojo, Sutrisno, mengakui pemerintah desa hingga kini belum memiliki ambulans maupun mobil siaga. Selama ini, kebutuhan transportasi warga yang sakit mengandalkan kendaraan pribadi milik masyarakat.

"Selama ini anggaran masih diprioritaskan untuk pembangunan jalan dan saluran," ujar Sutrisno.

Sutrisno menyampaikan bahwa pengadaan mobil siaga akan dibawa ke forum musyawarah desa untuk dibahas bersama. Menurutnya, realisasi program akan menyesuaikan skala kebutuhan warga dan kemampuan anggaran desa.

"Kalau memang menjadi kebutuhan masyarakat dan anggarannya tersedia, tentu akan kami laksanakan. Semua tergantung hasil usulan masyarakat," tandasnya.
Rekomendasi