KPK Periksa Plt Bupati Sukoharjo di Polresta Solo

Plt dan Wabup Sukoharjo, Eko Sapto bersama empat ASN, memenuhi panggilan KPK terkait dugaan pemerasan yang melibatkan Etik Suryani.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
KPK Periksa Plt Bupati Sukoharjo di Polresta Solo
Plt sekaligus Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo mendatangi Mapolresta Surakarta, Rabu (29/7/2026) pagi. (Merdeka.com/Arie Sunarya)

Plt. sekaligus Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, bersama staf ahli dan empat Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya mendatangi Mapolresta Surakarta (Solo) pada Rabu (29/7/2026) pagi. Mereka datang untuk memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pantauan di lokasi, Eko dan rombongannya tiba di gedung Traffic Management Center Mapolresta Surakarta sekitar pukul 09.45 WIB. Eko yang berjalan di depan tampak mengenakan kemeja batik coklat lengan panjang. Politikus Partai Gerindra itu tidak terlihat mendapatkan pengawalan dari petugas KPK.

Selain Eko, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Havid Danang Purnomo Widodo juga tampak memasuki gedung putih bekas Mapolwil Surakarta.

Di lokasi tersebut, terdapat tiga mobil Toyota Innova berwarna hitam yang terparkir. Dua di antaranya menggunakan pelat merah kedinasan, sedangkan satu mobil lainnya merupakan kendaraan tim penyidik KPK.

Pemanggilan ini terkait dengan kasus dugaan pemerasan yang melibatkan beberapa perangkat daerah, termasuk Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Richard Tri Handoko, serta Kabag Umum Setda, Tri Mulyo.b

Ketika akan memasuki ruangan, Eko mengonfirmasi bahwa kedatangannya adalah untuk memenuhi panggilan KPK. "Memenuhi panggilan dimintai keterangan. KPK iya," jelas Eko.

Ketika ditanya mengenai durasi pemeriksaan yang akan berlangsung, Eko menyatakan bahwa ia belum mengetahui karena baru akan menjalani proses pemeriksaan. "Berapa jam? Belum, baru mau ini," ungkapnya.

Panggilan Bersifat Pribadi

Eko menyatakan bahwa ia tidak mengetahui siapa saja yang turut dipanggil. Ia menjelaskan bahwa surat panggilan tersebut bersifat pribadi. "Kami tidak tahu karena panggilan ini kan sifatnya langsung ke personal yang kami tahu hanya kami," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa ia baru bertemu dengan empat ASN lainnya di lokasi tersebut. "Tapi ternyata ada teman-teman kami yang lain tidak sengaja ketemu di parkir kantin belakang," jelasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Disdikbud Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik KPK.

"Iya diperiksa KPK," kata Havid dengan singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari KPK mengenai materi pemeriksaan yang dilakukan terhadap Wakil Bupati dan jajaran Pemkab Sukoharjo.

Rekomendasi