Tim Search And Rescue (SAR) gabungan saat ini tengah berupaya keras melakukan pencarian terhadap seorang wisatawan yang dilaporkan hilang. Wisatawan tersebut terseret ombak saat sedang berenang di kawasan Pantai Barat, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Insiden ini terjadi pada Jumat (17/7) petang, memicu respons cepat dari berbagai pihak terkait.
Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Mohamad Rizki, berusia 20 tahun, dan merupakan warga Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Kejadian tragis ini bermula ketika Rizki bersama dua temannya menikmati suasana Pantai Barat Pangandaran. Mereka kemudian berenang di area tersebut.
Komandan Tim Rescue Pos SAR Pangandaran, Edwin Purnama, mengonfirmasi bahwa satu orang masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan. Meskipun dua rekannya berhasil diselamatkan, Mohamad Rizki hilang tenggelam setelah terseret arus kuat ke tengah lautan. Upaya pencarian terus dilakukan dengan harapan dapat segera menemukan korban.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Insiden Wisatawan Hilang di Pantai Barat Pangandaran
Kecelakaan laut yang menimpa Mohamad Rizki (20) terjadi di objek wisata Pantai Barat Pangandaran pada Jumat (17/7) petang. Menurut keterangan Edwin Purnama, korban bersama dua temannya mulai berenang sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka menikmati waktu di perairan pantai yang ramai dikunjungi wisatawan.
Namun, tanpa diduga, sekitar pukul 18.00 WIB, ketiga korban tiba-tiba terbawa arus ombak yang kuat ke tengah lautan. Situasi menjadi genting ketika ombak besar mulai menyeret mereka jauh dari bibir pantai. Salah seorang korban, Riyan (18), dengan sigap berupaya menyelamatkan diri dengan berenang kembali menuju bibir pantai.
Sementara itu, Mohamad Rizki dan satu temannya, Jatmiko (25), terus terbawa arus deras ke tengah. Seorang nelayan setempat yang menyaksikan kejadian tersebut segera bertindak. Nelayan tersebut langsung berupaya menyelamatkan para korban menggunakan perahunya, menunjukkan keberanian dan kesigapan warga lokal.
Advertisement
Advertisement
Upaya Penyelamatan dan Pencarian oleh Tim SAR Gabungan
Dalam upaya penyelamatan, nelayan berhasil menarik Jatmiko (25) ke perahunya dan membawanya ke tempat aman. Sayangnya, saat itu Mohamad Rizki sudah tidak terlihat lagi di permukaan air, diduga sudah tenggelam terseret arus laut yang kuat. Kejadian ini segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
Menanggapi insiden ini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur langsung bergerak cepat. Mereka segera melakukan operasi pencarian pada malam itu juga. Namun, kondisi gelap dan arus yang kuat membuat pencarian malam hari tidak membuahkan hasil yang diharapkan, sehingga menyulitkan tim di lapangan.
Pencarian terhadap Mohamad Rizki kemudian dilanjutkan secara intensif pada Sabtu pagi dengan melibatkan lebih banyak personel dan peralatan. Tim SAR berkoordinasi untuk menyisir area yang lebih luas, baik di permukaan maupun di bawah air, dengan harapan dapat menemukan keberadaan korban. Fokus utama adalah area di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Advertisement
Advertisement
Imbauan Keselamatan bagi Wisatawan di Pantai Pangandaran
Insiden ini menjadi pengingat penting akan bahaya arus laut yang tidak terduga, bahkan di pantai yang populer sekalipun. Pihak berwenang dan pengelola objek wisata Pangandaran secara rutin mengimbau wisatawan untuk selalu mematuhi rambu-rambu peringatan. Penting juga untuk tidak berenang di area terlarang atau saat kondisi ombak sedang tinggi.
Wisatawan disarankan untuk selalu berenang dalam pengawasan petugas pantai atau di area yang aman. Penggunaan alat pelampung juga sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang kurang mahir berenang atau saat kondisi perairan kurang bersahabat. Kesadaran akan keselamatan diri adalah kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.
Kejadian tragis ini juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat sekitar, seperti nelayan, dalam memberikan pertolongan pertama. Kecepatan respons dari warga lokal seringkali menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan korban kecelakaan laut. Kolaborasi antara tim SAR, pengelola wisata, dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan keamanan di destinasi wisata.
Advertisement
Sumber: AntaraNews