Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo dan Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua berhasil menewaskan tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam sebuah kontak tembak. Insiden ini terjadi pada Jumat (17/7) di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kaops Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani mengonfirmasi bahwa operasi penegakan hukum ini juga berhasil mengamankan tiga pucuk senjata api dari lokasi kejadian. Ketiga anggota KKB yang tewas diidentifikasi sebagai Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage, yang merupakan bagian dari Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue.
Operasi ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan mendalam dan informasi intelijen mengenai keberadaan kelompok bersenjata pimpinan DPO Ronal Heluka di wilayah tersebut. Tujuan utama operasi adalah mencegah aksi kekerasan bersenjata yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat di Papua Pegunungan.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Kontak Tembak dan Identifikasi Korban KKB
Kontak tembak sengit terjadi pada Jumat (17/7) di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, ketika tim gabungan melaksanakan operasi penegakan hukum. Operasi ini menargetkan kelompok KKB yang menggunakan sebuah rumah persinggahan di Logpon sebagai lokasi aktivitas mereka.
Kaops Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa tim gabungan bergerak setelah seluruh informasi diverifikasi dan dianalisis secara cermat. Kontak tembak tidak dapat dihindari, yang berujung pada tewasnya tiga anggota KKB di lokasi kejadian.
Identifikasi terhadap ketiga korban tewas mengungkapkan nama-nama Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage. Mereka diketahui merupakan bagian integral dari KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue, sebuah kelompok yang dipimpin oleh DPO Ronal Heluka.
Advertisement
Ketiga jenazah anggota KKB tersebut telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dekai untuk proses lebih lanjut. Penanganan pasca-kontak tembak dilakukan sesuai prosedur operasional standar guna memastikan semua aspek terpenuhi.
Advertisement
DPO Ronal Heluka dan Keterlibatan KKB dalam Serangkaian Aksi Kekerasan
Kelompok KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue, yang dipimpin oleh DPO Ronal Heluka, diduga kuat terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di Papua Pegunungan sejak tahun 2022. Keberadaan mereka menjadi ancaman serius bagi keamanan dan ketertiban masyarakat setempat.
Beberapa insiden kekerasan yang melibatkan kelompok ini antara lain pembunuhan Pratu Eka Yohan Kaize dari Kodim 1715/Yahukimo pada 3 Desember 2022, serta penembakan mobil patroli Satgas Operasi Damai Cartenz di KM 6 Dekai pada 26 Mei 2023.
Selain itu, KKB ini juga bertanggung jawab atas pembakaran kendaraan dinas Satbinmas Polres Yahukimo pada 28 Januari 2025, penganiayaan berat terhadap Ujang Supriayatna pada 17 Juni 2025, dan pembunuhan Indra Guru Wardana disertai pembakaran rumah di Kampung Ulakin, Kabupaten Asmat, pada 19 September 2025.
Advertisement
Kasus kekerasan lainnya termasuk penganiayaan berat terhadap Suwono pada 12 Februari, pembunuhan tujuh penambang di Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang pada 19 Mei, dan kontak tembak dengan personel TNI disertai pembakaran bangunan di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, pada 4 Juni lalu.
Advertisement
Barang Bukti dan Penyelidikan Lanjutan Pasca Kontak Tembak
Dari lokasi kejadian kontak tembak di Dekai, tim gabungan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting. Barang bukti ini meliputi tiga pucuk senjata api, 43 butir amunisi kaliber 5,56 mm, serta dua kapak dan dua senjata tajam berupa pisau panjang.
Selain itu, petugas juga menyita satu unit handy talky (HT) Icom, satu buah peredam senjata, dan tujuh unit telepon genggam dari berbagai merek. Berbagai barang bukti lainnya turut diamankan untuk mendukung proses penyidikan lebih lanjut.
Irjen Pol Faizal Ramadhani menyatakan bahwa seluruh barang bukti yang diamankan saat ini telah diserahkan ke Satreskrim Polres Yahukimo. Hal ini bertujuan untuk kepentingan penyidikan guna mengungkap lebih jauh jaringan dan aktivitas KKB.
Advertisement
Tidak hanya barang bukti, empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM juga turut diamankan di lokasi kejadian. Mereka saat ini sedang dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik untuk mendalami peran serta keterkaitan mereka dengan kelompok KKB tersebut.
Sumber: AntaraNews