Pasangan ganda putri Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi, harus menghentikan langkah mereka di turnamen Grand Slam Wimbledon 2026. Keduanya takluk pada babak kedua setelah menghadapi perlawanan ketat dari pasangan Marta Kostyuk/Elena-Gabriela Ruse. Pertandingan sengit ini berlangsung di All England Club, London, pada Sabtu, 5 Juli 2026.
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi memberikan performa terbaik mereka sepanjang pertandingan yang berdurasi 1 jam 49 menit. Namun, mereka gagal memaksakan laga berlanjut ke set penentuan. Kekalahan dramatis terjadi pada tie-break set kedua, mengakhiri harapan mereka di nomor ganda putri.
Hasil ini mengakhiri perjalanan Janice Aldila Wimbledon di sektor ganda putri. Meskipun demikian, perjuangan mereka di lapangan hijau menunjukkan semangat juang yang tinggi. Aldila Sutjiadi sendiri masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan kiprahnya di Wimbledon 2026 pada nomor ganda campuran.
Advertisement
Advertisement
Pada set pertama, pasangan Indonesia Janice Tjen/Aldila Sutjiadi mengawali pertandingan dengan cukup meyakinkan. Mereka sempat unggul 2-0 atas lawan mereka, Marta Kostyuk/Elena-Gabriela Ruse. Keunggulan awal ini memberikan sinyal positif bagi wakil Indonesia di turnamen bergengsi tersebut.
Namun, momentum pertandingan kemudian berbalik setelah Kostyuk/Ruse berhasil memenangi lima gim beruntun. Perubahan signifikan ini membuat kedudukan menjadi 2-5, menempatkan Janice/Aldila dalam posisi tertinggal. Pasangan lawan menunjukkan ketenangan dan strategi yang efektif untuk membalikkan keadaan.
Janice/Aldila tidak menyerah begitu saja dan terus memberikan perlawanan sengit, mengejar ketertinggalan hingga skor 4-5. Upaya mereka untuk menyamakan kedudukan patut diacungi jempol. Sayangnya, pasangan Rumania-Ukraina tersebut berhasil memenangi dua gim setelahnya, menutup set pembuka dengan skor 6-4.
Advertisement
Advertisement
Memasuki set kedua, Kostyuk/Ruse berhasil mempertahankan momentum positif yang mereka raih di akhir set pertama. Mereka langsung mematahkan servis pasangan Indonesia, memperlebar keunggulan menjadi 3-0. Situasi ini menuntut Janice/Aldila untuk segera bangkit dan menemukan ritme permainan mereka.
Tidak tinggal diam, Janice/Aldila menunjukkan semangat juang yang luar biasa dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Bahkan, mereka kemudian berbalik unggul 4-3, memberikan harapan baru bagi para pendukung. Perlawanan ketat terus terjadi hingga akhir set, dengan kedua pasangan saling berkejaran angka.
Pada gim ke-10, saat unggul 5-4, Kostyuk/Ruse mendapatkan beberapa peluang match point. Namun, Janice/Aldila berhasil menyelamatkan seluruh peluang tersebut, menunjukkan mental baja mereka di bawah tekanan. Mereka sukses menyamakan skor menjadi 5-5, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tie-break yang menegangkan.
Advertisement
Drama tie-break berlangsung sangat ketat, dengan Janice/Aldila sempat unggul. Namun, Kostyuk/Ruse kembali menyamakan kedudukan menjadi 8-8. Pasangan lawan akhirnya memenangi dua poin terakhir, mengakhiri tie-break dengan skor 10-8 dan memastikan kemenangan pertandingan. Kekalahan ini mengakhiri perjuangan Janice Aldila Wimbledon di nomor ganda putri.
Advertisement
Secara keseluruhan, pertandingan berlangsung relatif berimbang jika melihat statistik total poin yang dikumpulkan. Kostyuk/Ruse unggul tipis dengan mengumpulkan 83 poin, sedangkan Janice/Aldila berhasil meraih 78 poin. Selisih poin yang kecil ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di lapangan.
Pasangan Indonesia juga mencatat persentase servis pertama yang lebih baik, dengan memasukkan 49 dari 78 percobaan atau 63 persen. Sementara itu, Kostyuk/Ruse membukukan 46 servis pertama masuk dari 83 percobaan atau 55 persen. Ini menunjukkan efektivitas servis dari Janice/Aldila.
Meskipun harus menerima kekalahan, Janice/Aldila tampil lebih rapi dengan hanya melakukan sembilan kesalahan sendiri. Angka ini lebih rendah dibandingkan 14 kesalahan yang dilakukan oleh pasangan Kostyuk/Ruse. Performa yang minim kesalahan ini merupakan modal penting untuk pertandingan selanjutnya.
Advertisement
Kandasnya Janice/Aldila di ganda putri juga diikuti dengan terhentinya Janice Tjen di babak kedua sektor tunggal. Namun, Aldila Sutjiadi masih terus berjuang di Wimbledon 2026. Aldila telah memastikan tempat di babak 16 besar ganda campuran bersama petenis Argentina Guido Andreozzi, membawa harapan baru bagi Indonesia.
Sumber: AntaraNews