Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah menyiapkan inovasi layanan konsultasi kesehatan secara daring selama 24 jam penuh bagi warganya. Layanan ini memungkinkan interaksi langsung dengan tenaga medis melalui platform Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi (Oasis Wangi). Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setempat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandang mengapresiasi peluncuran layanan ini yang didukung oleh Noora Health, sebuah organisasi nonpemerintahan internasional. Noora Health berfokus pada pengembangan sistem layanan kesehatan melalui pelatihan keterampilan kesehatan yang berdampak tinggi. Layanan ini diharapkan dapat membantu warga berkonsultasi sejak dini sebelum kondisi kesehatan memburuk.
Melalui platform Oasis Wangi, warga Banyuwangi dapat memanfaatkan fasilitas konsultasi gratis berbasis WhatsApp ini. Tenaga kesehatan dari puskesmas setempat akan merespons pertanyaan dan memberikan saran medis. Uji coba layanan ini akan dimulai akhir Juni 2026 di tiga puskesmas terpilih.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Pemkab Banyuwangi untuk Kesehatan Warga
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandang menyatakan bahwa layanan konsultasi daring ini merupakan langkah maju dalam peningkatan derajat kesehatan warga. “Kami mengapresiasi inovasi ini, dan ini akan meningkatkan derajat kesehatan warga Banyuwangi, karena bisa berkonsultasi dari awal, sehingga datang ke layanan kesehatan tidak dalam kondisi terlambat,” katanya di Banyuwangi.
Ipuk berharap warga dapat memanfaatkan layanan konsultasi sejak dini sebelum sakit, seperti untuk konsultasi kehamilan atau menanyakan penanganan yang tepat. Ini juga berlaku bagi anggota keluarga yang mengidap penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan jantung. Pendekatan preventif ini sangat krusial untuk kesehatan jangka panjang.
“Langkah ini bisa menekan risiko penyakit sejak dini. Harapan kami membuat warga Banyuwangi semakin sehat dan usia harapan hidup bertambah. Apabila ada kegawatdaruratan juga bisa segera tertangani,” ujar Ipuk. Pemkab Banyuwangi berkomitmen penuh untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
Advertisement
Advertisement
Oasis Wangi: Konsultasi Medis Mudah via WhatsApp
Executive Director of Product and Tech Noora Health Global, Anubhav Arora, menjelaskan bahwa platform Oasis Wangi dirancang untuk memudahkan akses warga terhadap tenaga kesehatan. Melalui platform ini, warga bisa berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan yang selama ini bertugas di puskesmas seputar masalah kesehatan. Platform telekonsultasi tersebut berbasis WhatsApp dan konsultasinya tidak dipungut biaya.
“Pertanyaan warga seputar kesehatan yang dikirim melalui Whatsapp akan langsung direspons oleh tenaga kesehatan, sehingga warga tidak perlu mengunduh aplikasi baru,” kata Anubhav. Ini memastikan respons cepat dan relevan tanpa biaya, menjadikan layanan kesehatan lebih inklusif.
Dalam setiap pertanyaan dari warga, lanjut Anubhav, para nakes akan merespons dengan mengeluarkan medis, seperti tindakan preventif dan perawatan mandiri. Mereka juga akan memberikan rujukan ke fasilitas kesehatan jika diperlukan. “Dengan konsultasi semacam ini para nakes juga akan menyarankan apakah mereka cukup melakukan perawatan mandiri di rumah atau harus segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut,” katanya.
Advertisement
Advertisement
Persiapan dan Uji Coba Layanan Telekonsultasi
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan bersama Noora Health terus mematangkan progres layanan telekonsultasi ini. Persiapan matang dilakukan untuk memastikan sistem berjalan optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan dalam implementasi inovasi kesehatan.
“Para nakes telah mengikuti workshop terlebih dahulu untuk menjalankan sistem ini agar bisa memberikan layanan dan respons yang baik ke warga,” kata Amir. Pelatihan ini bertujuan agar mereka dapat memberikan layanan yang akurat dan sesuai standar kepada warga.
Tahap awal layanan ini akan dilakukan uji coba akhir Juni 2026 di tiga puskesmas. Puskesmas tersebut meliputi Puskesmas Bajulmati (Kecamatan Wongsorejo), Puskesmas Mojopanggung (Kecamatan Banyuwangi Kota), dan Puskesmas Kabat. Uji coba ini penting untuk mengevaluasi efektivitas dan kesiapan sistem sebelum diluncurkan secara luas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews