Komunikasi Terakhir Siswa SMA di Yogyakarta Sebelum Tewas Dikeroyok dan Dilindas Motor Sekelompok Pemuda

Monica mengungkapkan bahwa Ilham selama ini dikenal sebagai sosok yang baik di mata teman-temannya.

Kukuh Setyono
Oleh Kukuh Setyono - Reporter
Komunikasi Terakhir Siswa SMA di Yogyakarta Sebelum Tewas Dikeroyok dan Dilindas Motor Sekelompok Pemuda
Makan pelajar SMA korban penganiayaan di Bantul. (Istimewa/JPW) (© 2026 Liputan6.com)

Nasib tragis dialami IDS alias Ilham, seorang pelajar berusia 16 tahun SMAN 1 Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Ia dikeroyok sekelompok pemuda bahkan dilindas dengan motor hingga meregang nyawa.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Selasa (14/4) lalu. Pemicunya perkara balas dendam. Salah satu teman IDS, Monica mengatakan sempat berkomunikasi saat malam kejadian nahas itu.

"Komunikasi terakhir sebelum kejadian Selasa malam, dia masih beri kabar ke saya, cuma formalitas," ungkap Monica saat ditemui wartawan di rumah Ilham, pada Selasa (21/4).

Menurut Monica, mereka berkomunikasi melalui pesan pada pukul 22.34 WIB, di mana Ilham menyatakan bahwa dia masih berada di rumah. Namun, Sugeng, ayah Ilham, menjelaskan bahwa anaknya sudah dijemput oleh dua pemuda pada pukul 22.00 WIB.

"Saya tu enggak tahu kalau dia itu ternyata dia pergi dari rumah. Dia bilang masih di rumah, saya masih berkabar sama dia jam 22.34, dia masih di rumah, di belakang," jelas Sugeng.

Setelah itu, Monica mengirimkan balasan pada pukul 22.39 WIB, tetapi Ilham tidak lagi memberikan tanggapan. "Terus saya balas lagi di jam 22.39, lewat 4 menit itu tuh dia sudah tidak online lagi. Sudah tidak ada kabar lagi," tuturnya.

Monica mengenal Ilham selama setahun terakhir dan menggambarkan sosok Ilham sebagai pribadi yang baik dan peduli terhadap teman-temannya. "Dia itu sangat care dengan teman-temannya, dia juga penyayang orangnya," kata Monica.

Mengenai kebiasaan Ilham yang jarang keluar malam, Monica membenarkan hal tersebut, sehingga dia merasa terkejut mendengar berita kematian Ilham akibat pengeroyokan. "Kita juga kaget Ilham bisa seperti ini," tambahnya dengan penuh kesedihan.

Ilham Dikeroyok Hingga Tewas

Ayah korban, Sugeng Riyanto, menceritakan bahwa pada malam Selasa, anaknya dijemput oleh dua pemuda yang mengendarai sepeda motor sekitar pukul 22.00 WIB. Sugeng mengaku sudah tertidur saat itu dan tidak mengetahui anaknya keluar rumah. Menurut keterangan salah satu teman korban yang mengikuti, IDS sebelumnya dibawa ke belakang SMAN 1 Bambanglipuro oleh sejumlah kakak kelas dan kelompoknya.

Selanjutnya, IDS dibawa oleh dua orang berbeda ke Lapangan Gadung Mlati. "Menurut rekannya, di sana anak saya sudah ditunggu sekitar 10 orang. Ia hanya sempat ditanya soal ikut geng, kemudian langsung dikeroyok," ujarnya.

Setelah ditemukan, tubuh IDS dilaporkan mengalami kekerasan yang sangat brutal dengan menggunakan selang dan pipa paralon. Selain itu, tubuh korban juga disundut api rokok yang menyebabkan luka serius. Ketika dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, korban IDS tidak sadarkan diri dan kondisinya semakin memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia pada malam Minggu.

Sugeng juga mengungkapkan bahwa penyiksaan oleh pelaku tidak berhenti di situ. IDS yang sudah tidak berdaya bahkan disebut dilindas sepeda motor berulang kali. Seorang pelaku juga diduga sempat hendak melukai telinga korban sebelum dicegah oleh temannya yang mengikuti dari belakang.

"Waktu sudah pingsan, masih mau dipotong telinganya, tetapi temannya berhasil merebut gunting," ungkap Sugeng.

Atas kejadian ini, Sugeng melaporkan peristiwa tersebut ke polisi disertai dengan hasil visum anaknya. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum berat.

"Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Ini sudah sangat sadis," tegas Sugeng.

IDS, menurut Sugeng, adalah remaja yang tidak pernah keluar malam. Ia biasanya sudah berada di rumah sebelum pukul 21.00 WIB atau paling lambat pukul 22.00 WIB. Jika pada jam tersebut belum pulang, ibunya akan menghubungi untuk memintanya segera pulang.

Rekomendasi