PT Wirakarya Sakti (WKS), sebuah perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Jambi, secara proaktif memperkuat kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi terjadi pada tahun ini. Langkah ini diambil sebagai komitmen serius perusahaan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meminimalisir dampak negatif karhutla di wilayah operasionalnya.
Menurut Destian Nori, Head of Fire Operation Management (FOM) PT WKS, strategi yang diterapkan berlandaskan pada empat pilar Integrated Fire Management. Pilar-pilar tersebut meliputi pencegahan, persiapan, deteksi dini, serta respons cepat terhadap insiden kebakaran.
Kesiapsiagaan menjadi prioritas utama demi mencapai Jambi bebas asap, sejalan dengan tujuan keberlanjutan lingkungan. Perusahaan meyakini bahwa sinergi kuat antara berbagai pihak adalah kunci keberhasilan upaya ini.
Advertisement
Advertisement
Pencegahan dan Edukasi Komprehensif
Pada pilar pencegahan, PT WKS melakukan sosialisasi dan penyadartahuan kepada berbagai pihak. Target audiens meliputi pelajar, karyawan, mitra kerja, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan lindung dan wilayah operasional perusahaan. Edukasi ini menyasar komunitas di sekitar kawasan hutan lindung dan wilayah operasional perusahaan.
Dalam upaya ini, PT WKS juga turut berkolaborasi dengan Forum Penanggulangan Risiko Bencana Provinsi Jambi. Kerja sama ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya karhutla kepada masyarakat luas.
Advertisement
Kesiapan Sarana dan Personel dalam Antisipasi Karhutla
Pada pilar persiapan, perusahaan melaksanakan patroli intensif secara berkala di seluruh area. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan karhutla dalam kondisi siap pakai atau Ready To Use.
Selain itu, personel terlatih juga diutus untuk semakin mempersiapkan diri melalui kegiatan pelatihan Incident Command System. Pelatihan tersebut bertujuan agar tim dapat bergerak secara terstruktur dan terkoordinasi ketika berada di lokasi rawan karhutla.
Advertisement
Deteksi Dini Menggunakan Teknologi Canggih
Pilar early detection atau deteksi dini melibatkan pemantauan titik-titik api (hotspot) secara berkelanjutan. Pemantauan ini dilakukan melalui menara pengawas, drone, dan CCTV yang terpasang di areal kerja perusahaan.
Titik hotspot dapat dimonitor secara real-time melalui Situation Room. Pengamatan juga dilakukan melalui Pos Pantau untuk respons yang lebih cepat dan akurat.
Advertisement
Respon Cepat dengan Armada Udara dan Tim Terlatih
Selanjutnya, pilar terakhir yaitu rapid response atau respons cepat untuk mengatasi pemadaman api. PT WKS menyiagakan dua unit Helicopter Waterbombing dengan jenis Bell 412 yang dapat menampung kapasitas air sebanyak 1.000 liter serta jenis Kamov dengan kapasitas 4.000-5.000 liter.
Perusahaan juga menyiagakan tiga tim reaksi cepat yang terdiri atas total 21 personel terlatih. Mereka memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
Selain itu, PT WKS melibatkan masyarakat sebanyak 50 orang sebagai bagian dari personel Masyarakat Peduli Api (MPA). Kemudian, tim tambahan sebanyak 84 orang yang merupakan bagian dari masyarakat sekitar turut berperan dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan karhutla.
Advertisement
Melalui rangkaian strategi dari keempat pilar ini, PT WKS menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meminimalisir risiko karhutla di kawasan hutan Provinsi Jambi. Dengan mengedepankan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih menyeluruh.
Sumber: AntaraNews