Jakarta, ibu kota Indonesia, telah mencatatkan prestasi gemilang dengan dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara berdasarkan laporan Global Residence Index edisi 2026. Pencapaian ini menempatkan Jakarta hanya satu tingkat di bawah Singapura, mengungguli kota-kota besar lain seperti Bangkok, Manila, dan Kuala Lumpur. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian, TNI, pemerintah, serta kesadaran tinggi masyarakat dalam menciptakan rasa aman.
Pengumuman ini datang setelah Global Residence Index 2026 merilis daftar peringkat kota teraman pada 16 Januari 2026, dengan Jakarta memperoleh skor keamanan 0,72. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan keterkejutannya sekaligus kebanggaannya atas capaian ini, mengingat posisi Jakarta yang sebelumnya kerap berada di peringkat bawah.
Pramono Anung Wibowo, yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak 20 Februari 2025, menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan keharmonisan selama momen-momen besar keagamaan sebagai salah satu faktor kunci keberhasilan ini. Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah dan partisipasi aktif warga sangat vital dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan di ibu kota.
Advertisement
Advertisement
Kombes Pol Budi Hermanto dari Polda Metro Jaya menekankan bahwa predikat kota teraman kedua se-ASEAN ini bukan hanya buah kerja keras aparat keamanan dan pemerintah. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menciptakan rasa aman sangat berperan, termasuk dalam memberikan ruang aman bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak di area publik.
Budi Hermanto, yang resmi menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya sejak 19 September 2025, mengimbau seluruh elemen masyarakat dan aparat untuk terus bersinergi. Upaya menciptakan rasa aman dan nyaman tidak hanya melalui patroli kepolisian atau kerja sama dengan TNI dan kementerian/lembaga, tetapi juga melalui tindakan individu dalam menjaga diri, raga, dan harta benda.
Kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Jakarta. Dengan demikian, setiap warga memiliki tanggung jawab kolektif untuk berkontribusi pada lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua.
Advertisement
Advertisement
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan rasa terkejutnya atas peringkat Jakarta yang melesat jauh. Ia menyebutkan bahwa Jakarta yang biasanya berada di posisi enam atau tujuh di antara ibu kota-ibu kota ASEAN, kini berhasil menempati posisi kedua.
Menurut Pramono, salah satu kunci keberhasilan ini adalah kemampuan Jakarta dalam menjaga keamanan dan keharmonisan selama perayaan momen-momen besar keagamaan. Ia mencontohkan keberhasilan penyelenggaraan christmas carol saat Natal, Cap Go Meh saat Imlek, pawai obor dan festival bedug saat Ramadhan dan Idul Fitri, hingga pawai ogoh-ogoh saat Nyepi.
Keberhasilan dalam mengelola keberagaman ini menjadi etalase dan simbol kekuatan Jakarta. Gubernur Pramono Anung Wibowo mengajak semua pihak untuk terus merawat momentum positif ini dan meningkatkan kondusivitas serta toleransi di ibu kota.
Advertisement
Sumber: AntaraNews