Atasi Dampak Banjir, BPBD Parimo Pasang Tanggul Darurat di Sungai Moutong

BPBD Parimo bergerak cepat memasang tanggul darurat di Sungai Moutong pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mencegah luapan air susulan dan melindungi warga terdampak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Atasi Dampak Banjir, BPBD Parimo Pasang Tanggul Darurat di Sungai Moutong
BPBD Parimo bergerak cepat memasang tanggul darurat di Sungai Moutong pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mencegah luapan air susulan dan melindungi warga terdampak. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mengambil langkah sigap menanggulangi dampak banjir yang melanda wilayah tersebut. Tim BPBD kini fokus pada pemasangan tanggul darurat di Sungai Moutong.

Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian penting dari penanganan darurat pascabanjir. Tanggul sungai sebelumnya jebol akibat hantaman derasnya arus air.

Pemasangan tanggul darurat bertujuan untuk mencegah potensi luapan air susulan dan melindungi permukiman warga. Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Jumat lalu telah menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa desa.

Fokus Penanganan Darurat Pascabanjir

Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Parigi Moutong telah menyalurkan berbagai bahan penting. Sebanyak 250 geobag, 200 sandbag, dan 30 kawat bronjong didistribusikan untuk dipasang di bantaran Sungai Moutong.

Bahan-bahan banjiran tersebut merupakan stok yang tersedia di gudang BPBD. Relawan telah bekerja keras memasang tanggul darurat di Desa Pande dan Pandelalap, Kecamatan Moutong, yang merupakan area terdampak parah.

Selain itu, BPBD juga telah mengajukan permintaan tambahan bahan banjiran kepada Balai Wilayah Sungai (BWSS) III untuk kepentingan penanganan darurat. Balai Wilayah Sungai merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang bertugas mengelola sumber daya air di wilayah sungai.

Pengerahan Alat Berat dan Normalisasi Sungai

Untuk mempercepat proses pemulihan dan penguatan tanggul darurat BPBD Parimo, BPBD setempat akan mengerahkan alat berat. Ekskavator akan digunakan untuk melakukan normalisasi sungai sekaligus membangun tanggul darurat yang lebih kokoh.

Moh Rivai menambahkan bahwa alat berat tersebut dijadwalkan mulai beroperasi paling lambat pada Selasa, 7 April 2026. Pengerahan ekskavator ini diharapkan dapat secara signifikan membantu membuat tanggul darurat sebagai penahan.

Tanggul darurat yang dibangun dengan bantuan alat berat ini berfungsi sebagai penahan utama. Hal ini krusial untuk mengantisipasi jika debit air kembali meningkat secara drastis di kemudian hari.

Dampak Bencana Hidrometeorologi di Moutong

Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut terjadi pada Jumat, 3 April 2026, sekitar pukul 17.00 Wita. Hujan lebat dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Moutong dan jebolnya tanggul.

Akibatnya, air meluap hingga ke permukiman warga, termasuk sejumlah desa di Taopa. Peristiwa ini menyebabkan dampak yang cukup luas bagi masyarakat setempat.

Data menunjukkan bahwa sekitar 234 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir di Moutong dan Taopa. Selain itu, satu rumah mengalami rusak ringan, puluhan kebun warga terendam, serta 10 hektare kebun jagung rusak total.

Hingga kini, relawan terus berupaya melakukan percepatan pemulihan di lokasi. Mereka juga fokus pada perbaikan fasilitas publik yang mengalami kerusakan akibat dampak banjir tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi