Gedung Bapenda DKI Kebakaran, 30 Unit Damkar Turun dan Polisi Selidiki Penyebab

Gedung Bapenda DKI kebakaran pada Jumat malam. Damkar mengerahkan 30 unit, sementara polisi memeriksa 10 saksi dan menunggu hasil Puslabfor.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi - Reporter
Gedung Bapenda DKI Kebakaran, 30 Unit Damkar Turun dan Polisi Selidiki Penyebab
Kebakaran Gedung Bapenda DKI. (Liputan6.com/ Dimas Ramadhan Wicaksana)

Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, mengalami kebakaran pada Jumat malam, 7 Agustus 2026. Api membesar di bagian atas bangunan dan penanganan berlangsung hingga dini hari.

Menurut Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, laporan pertama masuk pukul 21.30 WIB melalui layanan Jakarta Siaga 112. Dua unit dikerahkan sebagai respons awal sebelum diperkuat armada tambahan.

Kepolisian telah memulai penyelidikan di lokasi. Pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi dilakukan di tempat kejadian dan akan diperluas setelah situasi benar-benar aman.

30 Unit Damkar Dikerahkan ke Gedung Bapenda DKI

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara menyampaikan, pemadaman melibatkan puluhan armada dan ratusan personel. Seluruh petugas disiagakan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

"Hari ini kita menerjunkan 30 unit dengan 185 personel dan masih standby memastikan tidak ada lagi titik api. Entah sampai pukul berapa, kami bisa melakukan pendinginan sampai dengan selesai," ucapnya.

Data Command Center Gulkarmat menyebutkan, laporan kebakaran diterima pukul 21.30 WIB. Dua unit awal dikirim sebagai respons cepat sebelum eskalasi penanganan di lokasi.

Hingga Sabtu (8/8/2026) dini hari, personel masih melakukan pendinginan dan penyisiran di area gedung.

Dua Ledakan Terdengar, Saksi Ceritakan Detik Kebakaran

Pegawai SPBU di samping gedung, Faris (27), mengaku mendengar dua kali ledakan keras sesaat sebelum api membesar di lantai atas. Saat kejadian, SPBU masih beroperasi 24 jam.

"Ini tadi SPBU buka, kita kan 24 jam, enggak tutup. Kita lagi pada di dalam, terus ada suara ledakan besar. Kejadian kurang lebih jam 21.30 WIB lah," kata Faris di lokasi.
"Panik kita kirain di depan dari SPBU, ternyata kok dari atas banyak yang berjatuhan, setelah itu bunyi meledak lagi. Pas saya liat di atas itu udah nyala gede," ujar Faris.

Keterangan serupa disampaikan warga sekitar, Yusuf (42). Ia mendengar suara ledakan lalu melihat api cepat merambat, diduga dipicu hembusan angin kencang.

"Eh terus lama-lama merembet dia, kayaknya angin kenceng. Jadi dia ke samping-samping juga kebakar," ucap Yusuf.

Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Abdul Muis

Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi untuk mendukung kelancaran proses pemadaman oleh Gulkarmat.

"Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi, Dishub DKI Jakarta melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas," tulis akun instagram @dishubdkijakarta, dikutip Sabtu (8/8/2026).
"Masyarakat diimbau menghindari ruas jalan di sekitar lokasi kejadian, memilih jalur alternatif, serta mengikuti arahan petugas di lapangan," tulisnya lagi.

Pengendara diarahkan mencari jalur alternatif guna mengurangi kepadatan dan memberi ruang gerak armada pemadam.

Enam Lantai Terbakar, Polisi Periksa 10 Saksi

Bayu Meghantara menyebut area yang terbakar berada di lantai 11 hingga lantai 16. Tim sempat bertahan di lantai 10 sebagai titik kendali untuk mencegah perambatan.

"Memang tadi agak lama karena anggota kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan. Jadi kebakaran terjadi dari lantai 11 sampai dengan lantai 16, sementara itu," kata Bayu.

Petugas pemadam menduga titik awal api berasal dari lantai 11. Namun, kepastian asal api dan penyebab kebakaran masih didalami bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengonfirmasi pemeriksaan awal saksi di lokasi, sebelum penyidikan diperluas setelah kondisi dinyatakan aman.

"Kurang lebih saat ini baik dari interview langsung di lapangan sejumlah 10 orang. Namun hal ini kami masih mengutamakan keterangan-keterangan dan pelaksanaan untuk pemadaman di lapangan," kata Reynold di lokasi, Sabtu (8/8/2026) dini hari.

Ia menuturkan, keterangan lebih mendalam akan diminta kepada saksi yang mengetahui awal kejadian, termasuk warga sekitar dan pegawai yang masih berada di gedung saat insiden.

"Kami masih akan memastikan. Tadi ada yang menyampaikan berawal dari lantai 11, di mana di lantai 11 itu sedang melakukan renovasi. Namun untuk memastikan sumber api tentunya nanti baik dari saksi-saksi dan Puslabfor yang akan turun," katanya.
Rekomendasi