Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, Jawa Timur, telah mengerahkan sedikitnya 220 personel untuk mengamankan rangkaian perayaan Paskah di wilayahnya. Pengamanan ini bertujuan untuk memastikan seluruh kegiatan ibadah umat Kristiani dapat berjalan dengan aman dan lancar. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat selama perayaan penting ini.
Pengamanan tersebut dimulai sejak Kamis, 3 April, dan akan berlanjut hingga Minggu, 5 April. Seluruh pejabat utama di Mapolres Pamekasan turut dilibatkan dalam kegiatan pengawasan dan pemantauan langsung di lapangan. Fokus utama pengamanan adalah tujuh gereja yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Pamekasan.
Tujuh gereja yang menjadi fokus pengamanan meliputi Gereja Maria Ratu Para Rasul di Jalan Jokotole, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Trunojoyo, GPDI Sola Gracia di Jalan Jingga, GSPII di Jalan Kamboja, GPIB Mahkota Hayat di Jalan Jokotole, GBI Rock di Jalan Kemayoran, serta Gereja Bethel Apostolik dan Profetik di Jalan Trunojoyo. Sterilisasi awal telah dilakukan di semua lokasi gereja sebelum ibadah dimulai untuk mendeteksi potensi ancaman.
Advertisement
Advertisement
Jumlah Personel dan Lokasi Pengamanan Paskah
Polres Pamekasan mengerahkan total 220 personel untuk mengamankan perayaan Paskah tahun ini. Jumlah personel yang signifikan ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama periode ibadah penting. Seluruh personel telah disiagakan di titik-titik vital.
Pengamanan Paskah ini mencakup tujuh gereja utama di Pamekasan yang menjadi pusat kegiatan ibadah umat Kristiani. Lokasi-lokasi tersebut tersebar di beberapa jalan utama seperti Jalan Jokotole, Jalan Trunojoyo, Jalan Jingga, Jalan Kamboja, dan Jalan Kemayoran. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kepadatan jemaat dan potensi kerawanan.
Sebelum rangkaian ibadah dimulai, tim khusus telah melakukan sterilisasi menyeluruh di setiap gereja. Proses sterilisasi ini melibatkan tim pendeteksi bahan peledak untuk memastikan tidak ada ancaman keamanan. Apel pengarahan pasukan juga telah dilaksanakan untuk menyamakan persepsi dan strategi pengamanan.
Advertisement
Advertisement
Pola Pengamanan Paskah di Pamekasan
Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto, menjelaskan bahwa pengamanan rangkaian Paskah di Pamekasan menerapkan dua pola utama. Pola ini dirancang untuk mencakup berbagai aspek keamanan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan. Fleksibilitas pola pengamanan menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Pola pertama adalah pengamanan terbuka, yang dilakukan oleh personel kepolisian berseragam dinas. Kehadiran mereka secara fisik bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada jemaat dan masyarakat. Selain itu, personel berseragam juga berfungsi sebagai penegak ketertiban umum.
Pola kedua adalah pengamanan tertutup, yang melibatkan personel berpakaian preman. Petugas ini bertugas melakukan deteksi dini terhadap hal-hal mencurigakan dan potensi ancaman yang mungkin tidak terlihat secara langsung. Pendekatan ini memungkinkan penanganan insiden sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Advertisement
Kapolres menekankan bahwa kombinasi kedua pola ini sangat efektif untuk mengantisipasi segala bentuk kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan. Dengan deteksi dini, pihak kepolisian dapat bertindak cepat dan preventif. Hal ini penting untuk menjaga kekhidmatan ibadah umat Kristiani.
Advertisement
Imbauan Keamanan dan Rangkaian Ibadah Paskah
Kapolres Hendra berharap rangkaian ibadah Paskah tahun ini dapat berjalan dengan khidmat, aman, dan lancar tanpa gangguan berarti. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran perayaan ini. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
Masyarakat diminta untuk tidak ragu melaporkan hal-hal yang mencurigakan di sekitar lokasi ibadah ke hotline call centre 110. Laporan cepat dari masyarakat sangat membantu petugas dalam merespons potensi ancaman. Kerjasama antara polisi dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengamanan.
Rangkaian kegiatan ibadah umat Kristiani pada Paskah meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah. Semua tahapan ibadah ini menjadi fokus utama pengamanan oleh Polres Pamekasan. Tujuannya adalah agar umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh penghayatan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews