Pendidikan berkualitas akan segera dinikmati oleh anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Lebak, Banten. Gedung Sekolah Rakyat Lebak yang berlokasi di Kecamatan Panggarangan, dengan luas mencapai 8,8 hektare, dipastikan akan mulai beroperasi penuh pada Tahun Ajaran 2026/2027. Progres pembangunan fasilitas pendidikan ini telah mencapai 90 persen, menandakan kesiapan untuk menyambut para peserta didik baru.
Inisiatif pembangunan Sekolah Rakyat Lebak ini merupakan upaya kolaborasi yang signifikan untuk meningkatkan akses pendidikan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur ini sejak tahun 2025. Fasilitas modern yang lengkap diharapkan mampu menunjang proses belajar-mengajar secara optimal bagi seluruh siswa.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Clerita, menegaskan komitmen untuk memastikan seluruh peserta didik Sekolah Rakyat akan menempati gedung baru tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat di Lebak.
Advertisement
Advertisement
Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Lebak di Panggarangan menunjukkan kemajuan pesat dengan kondisi fisik yang hampir rampung, mencapai 90 persen. Bangunan seluas 8,8 hektare ini dirancang untuk menjadi pusat pendidikan yang komprehensif, dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang modern dan memadai.
Fasilitas yang tersedia meliputi ruang belajar yang representatif, ruang asrama yang nyaman, ruang tidur, ruang makan, dan dapur yang higienis. Selain itu, sarana ibadah juga disediakan untuk memenuhi kebutuhan spiritual siswa, serta lapangan olahraga yang luas untuk menunjang aktivitas fisik dan pengembangan bakat non-akademik.
"Kami mengapresiasi pembangunan Sekolah Rakyat berjalan lancar sesuai target rencana tahun ini dioperasikan," ujar Lela Gifty Clerita, Plt Dinas Sosial Kabupaten Lebak. Apresiasi ini mencerminkan optimisme terhadap dampak positif yang akan dibawa oleh keberadaan Sekolah Rakyat Lebak bagi masyarakat setempat.
Advertisement
Advertisement
Meskipun minat warga setempat untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat Lebak cukup tinggi, proses penerimaan peserta didik dilakukan melalui seleksi yang sangat ketat. Ketua Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Wahyu, menjelaskan bahwa seleksi ini mencakup validasi dan verifikasi data calon siswa.
Kriteria utama penerimaan adalah anak-anak dari keluarga yang termasuk dalam Desil 1 dan 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Selain itu, calon siswa juga harus memenuhi beberapa persyaratan tambahan, seperti tidak terlibat dalam judi daring, tidak memiliki pinjaman di bank, dan tidak memiliki kendaraan pribadi.
Saat ini, Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak telah menampung 200 anak didik. Sebanyak 100 siswa jenjang SMA sementara waktu menggunakan Gedung Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Rangkasbitung, sedangkan 100 anak jenjang SD dan SMP belajar di Komplek Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Lebak.
Advertisement
Wahyu menambahkan, "Kami tahun ajaran baru mulai peserta didik jenjang SD, SMP dan SMA dengan menerima 200 siswa dari keluarga Desil 1 dan 2 agar ke depannya bisa menghapus mata rantai kemiskinan." Pernyataan ini menegaskan misi mulia Sekolah Rakyat Lebak untuk memutus siklus kemiskinan melalui pendidikan.
Advertisement
Dengan rampungnya pembangunan gedung baru, seluruh 200 peserta didik Sekolah Rakyat Lebak, baik jenjang SD, SMP, maupun SMA, akan secara resmi menempati fasilitas di Panggarangan pada tahun 2026. Konsolidasi seluruh jenjang pendidikan dalam satu lokasi diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih terpadu dan efektif.
Kehadiran Sekolah Rakyat Lebak ini menjadi angin segar bagi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lebak, khususnya bagi keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi. Pendidikan yang layak dan akses yang mudah diharapkan dapat membuka pintu kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda.
Pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait berharap, Sekolah Rakyat Lebak dapat menjadi model pendidikan inklusif yang berhasil, memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan masyarakat yang lebih berdaya dan sejahtera. Inisiatif ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan Kabupaten Lebak yang lebih cerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews