Pulih dari Bencana, Potret Warga Aceh Ngabuburit dan Berburu Takjil

Pasar Ramadan ini menjadi daya tarik utama karena banyaknya makanan yang ditawarkan oleh para pedagang dari usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Pulih dari Bencana, Potret Warga Aceh Ngabuburit dan Berburu Takjil
Pulih Lebih Cepat, Begini Suasana Ngabuburit di Aceh. (Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI) (© 2026 Liputan6.com)

Suasana ngabuburit dan berburu takjil di Lhokseumawe, Aceh, menjelang waktu berbuka puasa menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana berlangsung dengan cepat. Hanya dua bulan setelah bencana melanda, masyarakat Lhokseumawe telah menunjukkan kebangkitan yang signifikan, terlihat dari keramaian di Pasar Ramadan yang diadakan di pelataran Masjid Islamic Center.

Dengan langit yang cerah, masyarakat berkumpul di area tersebut, menikmati waktu menunggu azan Magrib dengan beralaskan tikar. Anak-anak pun tampak ceria bermain di sekitar mereka, menambah keceriaan suasana sore itu.

Pasar Ramadan ini menjadi daya tarik utama karena banyaknya makanan yang ditawarkan oleh para pedagang dari usaha mikro kecil menengah (UMKM). Bagi mereka, keramaian ini merupakan berkah yang sangat dinantikan.

Salah satu pedagang, Muliza, yang menjual timphan atau kue tradisional Aceh, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan pasar tersebut. "Pasar ini sangat menguntungkan buat kami yang berdagang," ungkap Muliza saat ditemui pada Kamis (5/3).

Ia menjelaskan bahwa usahanya sempat terhenti selama dua bulan pascabencana, namun dengan dibukanya Pasar Ramadan, ia bisa kembali berjualan. "Kemarin itu dua bulan tersendat untuk usaha. Alhamdulillah di bulan puasa ini (lancar)," tambahnya, menunjukkan optimisme yang tinggi setelah dua minggu berjualan di pasar.

Bantu Para Pedagang

Pulih dari Bencana, Potret Suasana Ngabuburit dan Berburu Takjil Ala Warga Aceh
Pulih Lebih Cepat, Begini Suasana Ngabuburit di Aceh. (Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI) © 2026 Liputan6.com

Ramainya pengunjung membuat dia mampu menjual hingga 800 keping thimpan setiap harinya. Muliza menyatakan bahwa dia bisa meraih keuntungan sekitar Rp1,5 juta. "Alhamdulillah, kalau kemarin (saat bencana) sama sekali tidak ada (keuntungan) ya. (Sekarang) sekitar Rp1,5 juta bersih untuk penjualan," ungkapnya.

Muliza juga membuat sendiri thimpan yang dijualnya. Thimpan adalah kue yang terbuat dari campuran tepung ketan, pisang, dan santan dengan isian khas seperti srikaya atau kelapa parut manis.

Untuk menjaga kesegaran produk, Muliza membungkus thimpan langsung di lokasi berjualan. Dalam waktu 1,5 jam, makanan tersebut sudah siap untuk dipasarkan. Agar memudahkan transaksi, Muliza menyediakan metode pembayaran digital dengan kode QR atau QRIS. Dengan adanya sistem QRIS ini, masyarakat tidak perlu repot mengeluarkan uang tunai. Selain itu, Muliza juga tidak perlu khawatir mencari kembalian. Meskipun demikian, dia tetap melayani pembelian secara tunai.

Dukungan untuk Pembeli

Pulih dari Bencana, Potret Suasana Ngabuburit dan Berburu Takjil Ala Warga Aceh
Pulih Lebih Cepat, Begini Suasana Ngabuburit di Aceh. (Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI) © 2026 Liputan6.com

Zakkil Mubarak, seorang warga setempat, merasa senang dengan kehadiran Pasar Ramadan ini. Menurutnya, pasar tersebut menawarkan berbagai pilihan makanan yang menarik untuk dicoba. "Banyak UMKM yang dilibatkan. Dan apa yang kita cari ada di sini," ujarnya.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pasar ini bagi masyarakat yang ingin menikmati kuliner lokal.

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, juga mengungkapkan bahwa antusiasme pelaku UMKM untuk berjualan di Pasar Ramadan sangat luar biasa. Masyarakat pun datang berbondong-bondong karena banyaknya variasi makanan yang ditawarkan.

"Sehingga ini menjadi semacam motivasi untuk melewati bencana. Untuk kembali melakukan aktivitas ekonomi, sehingga masyarakat bisa menghidupi keluarganya," jelas Sayuti. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah hanya menyediakan fasilitas tempat untuk pasar tersebut.

"Tentunya Pemkot akan membantu memberikan fasilitas apa pun. Agar pelaku UMKM ini bisa bertambah dan tentunya omzetnya bisa bertambah."

Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan para pelaku usaha kecil dapat lebih berkembang dan berkontribusi pada perekonomian daerah.

Rekomendasi