Menjelajahi Pesona Bursa: Paduan Sejarah dan Keindahan Alam di Jantung Anatolia

Temukan Pesona Bursa, kota bersejarah di Turki yang memadukan warisan Kekaisaran Ottoman dengan keindahan alam menakjubkan. Jelajahi Iznik hingga Gunung Uludag yang memukau.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menjelajahi Pesona Bursa: Paduan Sejarah dan Keindahan Alam di Jantung Anatolia
Temukan Pesona Bursa, kota bersejarah di Turki yang memadukan warisan Kekaisaran Ottoman dengan keindahan alam menakjubkan. Jelajahi Iznik hingga Gunung Uludag yang memukau. (AntaraNews)

Bursa, sebuah provinsi di barat laut Turki, menawarkan pengalaman perjalanan yang menenangkan dari Istanbul. Kota ini memadukan kekayaan sejarah dan keindahan alam yang memukau. Pemandangan indah terhampar, dari perkotaan hingga deretan pohon zaitun di sepanjang jalan.

Dikenal sebagai pusat industri tekstil dan otomotif, Bursa juga menyimpan jejak peradaban Kekaisaran Ottoman. Lokasinya strategis di sisi Asia Laut Marmara, menjadikannya penting sejak abad ke-14. ANTARA bersama AirAsia X dan Badan Pariwisata Turki (TGA) baru-baru ini menjelajahi destinasi menarik di kota ini.

Kota ini dulunya menjadi salah satu kota terpenting Kekaisaran Ottoman dari tahun 1335 hingga 1360-an. Meskipun modernisasi terus berjalan, bangunan bersejarah tetap kokoh terawat. Bursa juga memiliki objek wisata alam seperti Gunung Uludag yang terkenal.

Iznik, Kota Bersejarah dengan Jejak Kekristenan

Iznik, yang dulunya dikenal sebagai Nicaea, memiliki daya tarik sejarah yang kuat, terutama terkait perjalanan Kekristenan. Kota ini pernah dikuasai oleh Bithynia, Kekaisaran Romawi, dan Kekaisaran Romawi Timur. Iznik dianggap penting bagi Kekristenan dan pernah dikunjungi Paus Leo XIV.

Pengunjung dapat menjelajahi Masjid Hagia Sofia, yang dulunya adalah gereja bersejarah. Ada juga workshop pembuatan ubin dan keramik khas Turki berwarna turquoise yang terkenal. Museum Iznik menampilkan artefak dari 6.500 SM hingga Periode Ottoman.

Museum Iznik memiliki pameran interior dan taman yang disusun secara kronologis. Artefak yang dipamerkan mencakup era Neolitikum, Romawi Timur (Bizantium), hingga Kekaisaran Ottoman. Ini memberikan gambaran lengkap tentang sejarah panjang kota ini.

Desa Cumalikizik: Warisan Ottoman yang Abadi

Desa Cumalikizik adalah peninggalan dari periode ketika Bursa menjadi ibu kota pertama Kekaisaran Ottoman. Saat memasuki desa ini, pengunjung seolah dibawa kembali ke masa lalu. Bangunan tua dan gaya hidup tradisional warganya masih bertahan di tengah modernisasi.

Desa ini memberikan kesan unik dengan suasana yang menyimpan jejak sejarah yang kuat. Toko-toko kelontong menjajakan camilan lokal, dan pedagang kecil menawarkan parfum serta minuman hangat. Tata letak jalanan bebatuan yang menanjak dan menurun menambah pesona desa ini.

Jalanan berbatu memaksa pelancong untuk berhenti sejenak, baik untuk berfoto atau berbelanja. Wisatawan bisa membeli jagung manis sambil menikmati keindahan desa. Cumalikizik diakui sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO, menunjukkan nilai sejarahnya yang tak ternilai.

Masjid Agung (Ulu Cami): Museum Kaligrafi Megah

Ulu Cami adalah masjid bersejarah di Bursa, dibangun atas perintah Sultan Ottoman Bayezid I. Pembangunannya berlangsung antara tahun 1396 dan 1399 untuk memperingati kemenangan dalam Pertempuran Nicopolis. Masjid ini merupakan monumen utama arsitektur Ottoman awal.

Terletak di jantung kota tua, di samping pasar-pasar bersejarah, Ulu Cami adalah salah satu masjid terpenting di Bursa. Masjid ini dijuluki “museum kaligrafi” karena dinding-dindingnya dihiasi puluhan kaligrafi Arab. Kaligrafi ini dibuat antara tahun 1778-1938.

Kaligrafi tersebut berfungsi sebagai elemen dekorasi visual utama dan mengkomunikasikan makna Islami kepada pengunjung. Keindahan arsitektur dan seni kaligrafi di Ulu Cami menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi.

Kozahan: Pusat Perdagangan Sutra Bersejarah

Setelah mengunjungi Ulu Cami, wisatawan dapat berjalan kaki singkat menuju Kozahan, sebuah tempat belanja tradisional ikonik. Kozahan memiliki tatanan unik karena awalnya berfungsi sebagai tempat peristirahatan pedagang dan unta mereka. Ini menambah nilai sejarah tempat tersebut.

Dibangun atas perintah Sultan Bayezid II pada tahun 1492, Kozahan terletak di antara Orhan Cami dan Ulu Cami. Bangunan dua lantai ini sebagian besar terbuat dari batu bata. Lantai atas dulunya digunakan sebagai toko sutra dan produk tekstil.

Nama “Kozahan” berasal dari kata “koza” yang berarti kepompong dalam bahasa Turki, merujuk pada perdagangan sutra. Kini, pengunjung bisa membeli kain sutra, oleh-oleh, atau menikmati kopi khas Turki. Tempat ini memadukan sejarah perdagangan dengan aktivitas modern.

Gunung Uludag: Keindahan Alam Empat Musim

Gunung Uludag menawarkan suasana kontras dengan jalanan kota yang hangat di Bursa. Gunung tertinggi di Anatolia Barat ini juga berstatus taman nasional. Pada awal Februari, salju tebal masih menyelimuti puncaknya, menciptakan pemandangan yang memukau.

Di Uludag, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas menarik seperti menaiki cable car dan meluncur dengan sliding board. Ada juga kesempatan untuk membuat boneka salju atau belajar ski dengan instruktur profesional. Resor ski di sini sangat populer karena dekat dengan Istanbul.

Area ski berada di ketinggian 1.750-2.543 meter, menawarkan pengalaman ski yang luar biasa. Saat salju mencair mulai pertengahan Maret, Uludag bertransformasi menjadi hamparan hijau penuh bunga. Ini cocok untuk piknik keluarga, menunjukkan keindahan alam Bursa di setiap musim.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi