Bupati Sitaro Diperiksa Kejati Sulut Terkait Dugaan Korupsi Dana Stimulan

Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, memenuhi panggilan Kejati Sulut untuk pemeriksaan terkait dugaan korupsi dana stimulan perbaikan rumah rusak akibat letusan Gunung Ruang, memicu pertanyaan tentang akuntabilitas dana bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Sitaro Diperiksa Kejati Sulut Terkait Dugaan Korupsi Dana Stimulan
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, memenuhi panggilan Kejati Sulut untuk pemeriksaan terkait dugaan korupsi dana stimulan perbaikan rumah rusak akibat letusan Gunung Ruang, memicu pertanyaan tentang akuntabilitas dana bencana. (AntaraNews)

Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara pada Jumat, 27 Februari. Pemeriksaan ini terkait dugaan tindak pidana korupsi dana stimulan perbaikan atau pembangunan kembali rumah rusak. Dana tersebut dialokasikan pasca-letusan Gunung Ruang di wilayah Kabupaten Sitaro.

Chyntia Ingrid Kalangit tiba di Gedung Kejati sekitar pukul 09.41 Wita, mengenakan baju hitam dan blazer putih. Ia langsung menuju ruang penyidik di lantai tiga pidana khusus untuk memberikan keterangan. Bupati hanya menyampaikan singkat bahwa kedatangannya untuk konfirmasi dan berharap semuanya aman.

Kasus ini berpusat pada penyaluran dana siap pakai stimulan tahun anggaran 2024 yang diduga bermasalah. Kejati Sulut sebelumnya telah melakukan serangkaian penggeledahan serta penyitaan barang bukti di beberapa lokasi. Langkah hukum ini diambil untuk mengungkap potensi kerugian negara akibat penyelewengan dana bencana.

Kronologi Pemeriksaan Bupati Sitaro

Bupati Chyntia Ingrid Kalangit tiba di halaman parkir Kejati Sulawesi Utara dengan menggunakan kendaraan pribadi. Kedatangannya menarik perhatian awak media yang telah menunggu di lokasi pemeriksaan tersebut. Ia terlihat tenang saat memasuki gedung Kejati pada pagi hari.

Sebelum memasuki lift menuju ruang penyidik, Bupati Chyntia sempat memberikan pernyataan singkat kepada wartawan. "Hanya untuk mengkonfirmasi. Semoga semuanya aman ya," ujarnya singkat. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Pemeriksaan terhadap Bupati Sitaro ini merupakan kelanjutan dari penyelidikan Kejati Sulut. Penyelidikan tersebut berfokus pada dugaan korupsi dalam pengelolaan dana bantuan bencana. Pihak Kejati terus mendalami peran berbagai pihak terkait penyaluran dana stimulan.

Penggeledahan dan Penyitaan Barang Bukti

Sebelum pemanggilan Bupati, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara telah melakukan tindakan proaktif dengan menggeledah beberapa lokasi. Penggeledahan ini bertujuan untuk mengumpulkan barang bukti terkait dugaan korupsi dana stimulan. Dana tersebut diperuntukkan bagi perbaikan rumah warga yang terdampak letusan Gunung Ruang.

Proses penggeledahan dan penyitaan barang bukti dilaksanakan secara serentak di berbagai tempat. Langkah ini menunjukkan keseriusan Kejati dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi. Barang bukti yang disita diharapkan dapat memperkuat konstruksi hukum kasus ini.

Penyelidikan Kejati Sulut mencakup dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana siap pakai. Dana ini seharusnya digunakan untuk membantu masyarakat Sitaro yang rumahnya rusak. Penyelidikan ini berupaya memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Daftar Lokasi yang Digeledah Kejati Sulut

Kejati Sulawesi Utara telah mengidentifikasi dan menggeledah sejumlah lokasi penting terkait kasus ini. Lokasi-lokasi tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan proses penyaluran dana stimulan yang bermasalah. Tindakan ini merupakan bagian integral dari upaya pengumpulan bukti.

Beberapa titik yang menjadi sasaran penggeledahan dan penyitaan barang bukti meliputi kantor pemerintahan dan sejumlah toko. Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro turut digeledah. Hal ini menunjukkan cakupan penyelidikan yang luas.

Selain kantor pemerintahan, beberapa toko di Kabupaten Kepulauan Sitaro juga menjadi target penggeledahan. Toko-toko tersebut antara lain Toko Helgamart, Toko Suasana Baru, Toko Keysia, Toko Hosana, Toko Mawar Sharon, dan Toko Sumber Rejeki. Satu perusahaan di Manado, PT Wijaya Kombos Indah (Awi Jaya), juga digeledah.

  • Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro.
  • Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro.
  • Toko Helgamart di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
  • Toko Suasana Baru di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
  • Toko Keysia di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
  • Toko Hosana di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
  • Toko Mawar Sharon di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
  • Toko Sumber Rejeki di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
  • PT Wijaya Kombos Indah (Awi Jaya) di Jl. Arie Lasut No.80, Wawonasa, Kec. Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi