Rutan Baturaja Bekali Warga Binaan Ilmu Fiqih Puasa, Tingkatkan Karakter Agamis Selama Ramadan

Selama Ramadan 1447 H, Rutan Baturaja membekali warga binaan dengan ilmu fiqih puasa. Pembinaan ini diharapkan meningkatkan pemahaman agama dan membentuk karakter agamis yang lebih baik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rutan Baturaja Bekali Warga Binaan Ilmu Fiqih Puasa, Tingkatkan Karakter Agamis Selama Ramadan
Selama Ramadan 1447 H, Rutan Baturaja membekali warga binaan dengan ilmu fiqih puasa. Pembinaan ini diharapkan meningkatkan pemahaman agama dan membentuk karakter agamis yang lebih baik. (AntaraNews)

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, secara aktif membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan ilmu fiqih puasa. Kegiatan ini dilaksanakan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, berpusat di Masjid Al-Ikhlas Rutan Baturaja.

Pembinaan ini bertujuan utama untuk meningkatkan keimanan, membentuk karakter yang lebih agamis, serta memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri. Inisiatif ini merupakan upaya nyata dari Rutan Baturaja dalam mendukung rehabilitasi spiritual.

Untuk memastikan kualitas pembinaan, Rutan Baturaja menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) OKU. Mereka menghadirkan tenaga penyuluh agama profesional yang berkompeten di bidangnya untuk memberikan edukasi mendalam mengenai fiqih puasa.

Peningkatan Pemahaman Agama dan Karakter WBP

Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, Fitri Yady, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman agama warga binaan. Ini juga menjadi sarana penting untuk membentuk karakter yang lebih baik serta membuka jalan bagi mereka untuk bertobat. Peningkatan literasi agama menjadi fokus utama.

Materi yang disampaikan mencakup hukum-hukum puasa, tata cara shalat yang benar, dan berbagai kajian relevan seputar Ramadan. Tujuannya adalah menyempurnakan ibadah para WBP agar sesuai dengan tuntunan syariat Islam yang berlaku.

Fitri Yady menambahkan bahwa banyak warga binaan memiliki keinginan kuat untuk berubah, namun seringkali terkendala akses ilmu agama yang mendasar. Program fiqih puasa ini hadir sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan tersebut, memberikan pengetahuan dasar yang benar secara teknis.

Melalui kegiatan ini, pemateri mengupas tuntas mengenai syarat sah puasa, rukun puasa, hingga hal-hal mikro yang berpotensi membatalkan ibadah. Penjelasan interaktif memungkinkan warga binaan bertanya langsung tentang problematika ibadah sehari-hari di dalam blok penjara.

Rutan sebagai Pesantren Singkat untuk Perubahan Diri

Program pembinaan fiqih puasa ini diharapkan menjadi katalisator perubahan perilaku positif bagi warga binaan. Tujuannya adalah membawa perubahan besar agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik lagi setelah bebas nanti. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masyarakat.

Fitri Yady menegaskan bahwa jeruji besi bukanlah penghalang untuk menjadi ahli ibadah. Sebaliknya, ia melihat rutan sebagai “pesantren singkat” yang memungkinkan warga binaan mendalami ilmu agama. Ilmu yang mungkin selama ini terabaikan saat mereka berada di luar penjara.

Salah seorang warga binaan bernama Rudi mengungkapkan rasa senangnya mengikuti program fiqih puasa ini. Ia merasa mendapatkan tambahan ilmu fiqih yang sangat bermanfaat, khususnya mengenai ibadah puasa. Ini menunjukkan respons positif dari peserta.

Menurut Rudi, kegiatan ini tidak hanya mengisi waktu luang secara produktif. Lebih dari itu, program ini juga membantu mengubah perilaku menjadi lebih baik lagi, memperkuat tekad untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi