Wali Kota Makassar Imbau Warga Tidak Gelar Konvoi dan Larangan Sahur on the Road Saat Ramadan

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan larangan sahur on the road selama Ramadan 1447 H demi ketertiban dan kekhusyukan ibadah, serta mendorong kolaborasi semua pihak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Makassar Imbau Warga Tidak Gelar Konvoi dan Larangan Sahur on the Road Saat Ramadan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan larangan sahur on the road selama Ramadan 1447 H demi ketertiban dan kekhusyukan ibadah, serta mendorong kolaborasi semua pihak. (AntaraNews)

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengimbau masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan konvoi maupun sahur on the road selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah menjaga ketertiban umum dan keselamatan warga. Permintaan ini bertujuan untuk memastikan kekhusyukan ibadah di bulan penuh berkah serta menghindari potensi gangguan yang tidak diinginkan. Munafri Arifuddin juga mendukung penuh imbauan dari Kapolrestabes Makassar terkait larangan serupa.

Menurut Wali Kota Munafri Arifuddin, kegiatan sahur on the road tidak perlu dilakukan karena berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dan risiko di jalan. Ia menyarankan warga untuk fokus pada ibadah setelah sahur, seperti shalat subuh dan mengaji. Pernyataan ini disampaikan di Makassar pada Rabu, 18 Februari 2026, menjelang dimulainya bulan Ramadhan 1447 H yang jatuh pada 19 Februari 2026.

Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan suci Ramadhan. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari ketua RT/RW, lurah, camat, hingga Satpol PP, untuk berkoordinasi solid bersama unsur TNI dan Polri dalam mengawasi wilayah masing-masing.

Menjaga Ketertiban dan Keselamatan Selama Ramadan

Wali Kota Munafri Arifuddin menekankan bahwa Ramadhan adalah momentum penting untuk meningkatkan ibadah, bukan untuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan. Ia menyoroti potensi gangguan ketertiban umum yang bisa muncul dari kegiatan seperti sahur on the road. Kegiatan ini seringkali berujung pada konvoi yang mengganggu lalu lintas dan kenyamanan warga lain.

Dukungan terhadap larangan sahur on the road ini datang dari berbagai pihak, termasuk Kapolrestabes Makassar, dengan tujuan menciptakan suasana Ramadhan yang aman dan kondusif. Aktivitas yang tidak esensial dan berisiko tinggi sebaiknya dihindari demi kebaikan bersama.

Munafri Arifuddin mengajak warga untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bernilai ibadah. Ia menyarankan agar setelah sahur, warga bisa langsung menunaikan shalat subuh berjamaah dan dilanjutkan dengan mengaji. Hal ini dianggap lebih selaras dengan nilai-nilai ibadah Ramadhan.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keamanan Lingkungan

Wali Kota Appi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketertiban dan keamanan kota selama Ramadhan. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari RT/RW, lurah, camat, hingga Satpol PP, untuk bersinergi. Koordinasi solid dengan unsur TNI dan Polri sangat diperlukan dalam mengawasi wilayah masing-masing.

Menurut Appi, Ramadhan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga membutuhkan perhatian ekstra terhadap stabilitas lingkungan kota. Peningkatan aktivitas masyarakat, seperti ibadah malam dan pasar tumpah, perlu diantisipasi secara terukur dan humanis. Potensi gangguan ketertiban umum harus diatasi dengan pendekatan yang tepat.

Peran aparatur kewilayahan menjadi garda terdepan dalam memastikan suasana tetap aman, nyaman, dan kondusif. Ketua RT/RW diharapkan aktif memetakan potensi kerawanan di lingkungan masing-masing. Lurah dan camat juga diminta memperkuat koordinasi serta respons cepat terhadap laporan warga.

Pendekatan Persuasif dan Penegakan Aturan Tegas

Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pengawasan tidak semata-mata soal penindakan, melainkan juga pendekatan persuasif dan preventif. Aparat diminta untuk mengedepankan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya menjaga ketertiban bersama. Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran kolektif.

Satpol PP bersama TNI-Polri diharapkan memastikan penegakan aturan berjalan tegas namun tetap mengedepankan kearifan lokal. Ini berarti tindakan yang diambil harus proporsional dan mempertimbangkan konteks sosial budaya setempat, dengan pendekatan humanis sebagai prioritas utama.

Dengan kolaborasi yang terstruktur dan komunikasi intens, Appi optimistis Ramadhan di Kota Makassar dapat berlangsung penuh khidmat, tertib, dan damai. Ia berharap bulan suci ini dapat berjalan lancar bagi seluruh lapisan masyarakat, dengan fokus utama pada ibadah dan kebersamaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi