Nama Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid menjadi sorotan setelah dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 pada Rabu (30/9) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.
Gus Ipang adalah putra dari KH Salahuddin Wahid, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang pernah memimpin Pondok Pesantren Tebuireng. Ayahnya juga adik kandung Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Sebelumnya, Gus Ipang dikenal sebagai sosok yang berkarier di berbagai bidang, seperti industri kreatif, periklanan, strategi komunikasi, korporasi, pemerintahan, hingga komunikasi politik.
Lantas, bagaimana perjalanan pendidikan dan kariernya hingga masuk kepengurusan PBNU? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Advertisement
Riwayat Pendidikan
Awalnya, Gus Ipang menempuh studi S1 Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) atau Seni Rupa dan Desain pada 1991 di Institut Kesenian Jakarta. Berlanjut dengan mengambil spesialisasi jurusan Music and Video Business di Seattle Art Institute, Amerika Serikat (AS) pada 1997.
Kemudian, ia melanjutkan pendidikan Magister Manajemen (S2) di Universitas Gajayana Malang (UNIGA) pada 2022.
Dengan riwayat tersebut, Gus Ipang menempuh pendidikan tingginya di bidang desain dan bisnis media kreatif, baik di dalam maupun luar negeri.
Advertisement
Perjalanan Karier
Sejak 1990-an, Gus Ipang berkecimpung di dunia kreatif dan menjadi sutradara iklan. Ia terlibat dalam menciptakan slogan “RCTI Oke” untuk stasiun televisi RCTI. Selain itu, ia juga menciptakan slogan baru SCTV “Satu untuk Semua” yang digunakan bersamaan dengan logo SCTV sejak 2005.
Tak hanya di bidang kreatif, Gus Ipang sempat aktif menjadi konsultan komunikasi politik dan penata citra (personal branding) yang telah menangani hampir semua partai politik (parpol) di Indonesia sejak era reformasi.
Gus Ipang juga juga menduduki jajaran dewan komisaris PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan membawa keahliannya di bidang komunikasi publik, pemasaran digital, teknologi, serta strategi media yang sudah ia geluti sejak era 1990-an.
Advertisement
Kaitan Peran di PBNU
Jabatan strategisnya di Telkomsel ini sejalan dengan tugas barunya di PBNU periode 2026-2031. Sebagai Waketum PBNU, ia secara spesifik membidangi sektor Digital Native, Teknologi, Budaya, dan Komunikasi.
Ia membawa misi transformasi digital dan teknologi di lingkungan santri serta mendekatkan NU ke generasi muda.
“Kami ingin santri maupun kader muda NU membangun kemampuan komunikasi digital yang relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai, etika, dan tradisi pesantren,” pungkas Gus Ipang Wahid.