PT PLN Energi Gas (PLN EG), anak perusahaan PT PLN Energi Primer Indonesia, berkomitmen dalam mendorong kemandirian warga di sekitar area operasional proyek O&M CNG Duri. Komitmen tersebut diwujudkan lewat keberlanjutan Program SAJI FARM (Sapi dan Jagat Hijau Farm) yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaan.
Berbeda dari fase inisiasi di tahun pertama, fokus utama SAJI FARM saat ini diarahkan pada penguatan sarana, pengembangbiakan ternak, peningkatan keamanan kandang, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kelompok peternak.
Bentuk dukungan yang disalurkan meliputi penyediaan sarana prasarana peternakan, bibit ternak unggul, hingga pembuatan pagar pengaman area. Langkah ini disiapkan untuk menunjang pengelolaan peternakan agar makin terukur dan berdaya saing secara bertahap.
Tak sebatas bantuan fisik, PLN EG turut membekali para peternak dengan pengetahuan teknis. Mengandalkan sinergi akademis, perusahaan menghadirkan pakar peternakan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Bramada Winiar Putra, untuk memimpin sesi pelatihan pengelolaan ternak yang efektif, produktif, dan berwawasan lingkungan.
Sekretaris Perusahaan PT PLN Energi Gas, Elok Faiqoh Saptining Ratri, menjelaskan bahwa kesinambungan program ini dirancang agar dampak manfaat TJSL terasa semakin kuat dan berjangka panjang.
"Saji Farm diharapkan dapat menjadi program pemberdayaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Setelah fondasi program dibangun pada tahun sebelumnya, tahun ini kami memperkuatnya melalui dukungan sarana prasarana, pengembangan ternak, serta peningkatan kapasitas para peternak. Harapannya, kelompok penerima manfaat tidak hanya berkembang dari sisi jumlah maupun produktivitas ternak, tetapi juga semakin memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola usaha peternakan secara mandiri dan berkelanjutan," ujar Elok.
Advertisement
Kunci Penting Jamin Proses Transfer Ilmu
Ia menambahkan, keterlibatan akademisi menjadi kunci penting dalam menjamin proses transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) dapat diserap dan diterapkan langsung oleh peternak di lapangan.
Sementara itu, Prof. Bramada Winiar Putra menegaskan pentingnya wawasan teknis sebagai pilar utama keberhasilan usaha peternakan rakyat.
"Pengembangan peternakan tidak hanya membutuhkan dukungan sarana dan ternak, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaannya. Melalui pelatihan ini, kami mendorong para peternak untuk semakin memahami praktik pengelolaan ternak yang baik, mulai dari aspek pemeliharaan hingga pengembangan usaha. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap kelompok peternak SAJI FARM dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membangun usaha yang semakin mandiri," papar Prof. Bramada.
Melalui pendampingan dan evaluasi berkala pada Program SAJI FARM, PLN EG optimistis kelompok penerima manfaat sanggup tumbuh menjadi unit usaha produktif yang mandiri, sekaligus memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal.