Pesan Gus Falah Untuk Kapolri Suyudi Ario Seto: Polri Harus Makin Istikamah

Suyudi dilantik menjadi Kapolri setelah lolos menjalani uji kelayakan dan kepatutan Komisi III DPR pada Kamis (1/10) pagi.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Pesan Gus Falah Untuk Kapolri Suyudi Ario Seto: Polri Harus Makin Istikamah
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Bersama Jenderal Suyudi Ario Seto (Lizsa Egeham/Liputan6.com)

Anggota Komisi III DPR Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) mengungkap optimismenya terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Gus Falah menilai pergantian tampuk kepemimpinan Polri dari Listyo Sigit Prabowo ke Suyudi Ario Seto harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian.

Menurut dia, memperkuat tugas kepolisian itu khususnya dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

"Saya optimistis kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dapat membuat Polri semakin istikamah menjalankan tugas pokoknya. Polri harus terus hadir di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum secara profesional, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," ujar Gus Falah dalam keterangannya, Kamis (1/10).

Menurut Gus Falah, kepercayaan diberikan kepada Suyudi harus dijawab dengan kerja nyata dan konsistensi dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara.

Gus Falah menekankan bahwa keberadaan Polri harus dirasakan masyarakat bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan atau tindak pidana, tetapi juga melalui pelayanan publik yang cepat, humanis, profesional, transparan, dan berkeadilan.

"Ukuran keberhasilan Polri pada akhirnya adalah seberapa jauh masyarakat merasa aman, terlindungi dan mendapatkan kepastian hukum. Karena itu, pendekatan yang mengedepankan profesionalisme dan kedekatan dengan masyarakat harus terus diperkuat," kata dia.

Gus Falah juga berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan berbagai program Polri yang telah berjalan baik sekaligus melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan yang masih menjadi perhatian publik.

"Yang baik tentu harus dilanjutkan, sementara yang masih menjadi kekurangan harus diperbaiki. Reformasi dan pembenahan institusi harus berjalan secara berkelanjutan agar kepercayaan masyarakat kepada Polri semakin kuat," ujar legislator Fraksi PDI Perjuangan DPR tersebut.

Pelantikan Kapolri Baru

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Suyudi Ario Seto dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pelantikan Suyudi berlangsung bersama pejabat baru Kabinet Merah Putih, di Istana Negara, Kamis (1/10).

Suyudi dilantik menjadi Kapolri setelah lolos menjalani uji kelayakan dan kepatutan Komisi III DPR pada Kamis (1/10) pagi. Suyudi menjalani fit and proper test usai namanya diusulkan Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri.

Usulan Suyudi sebagai calon Kapolri disampaikan Prabowo melalui surat presiden dikirim ke DPR pada Rabu (30/9). Surpres itu Nomor R-57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 berisi usulan pemberhentian Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan pengangkatan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru.

Komisi III DPR kemudian melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi. Setelah proses tersebut, Komisi III menyetujui Suyudi secara aklamasi sebagai calon Kapolri.

"Harapan kita sederhana tetapi sangat fundamental: Polri semakin profesional, semakin dekat dengan rakyat, semakin kuat dalam penegakan hukum, dan semakin konsisten menjalankan amanat konstitusi serta peraturan perundang-undangan," pungkas Gus Falah.

Rekomendasi