Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Pemkab Bangka Barat) mengokohkan komitmennya terhadap pelestarian budaya lokal dengan memfasilitasi tradisi pawai obor. Kegiatan ini diselenggarakan oleh warga Kampung Dayabaru, Mentok, dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga kearifan lokal yang telah turun-temurun.
Bupati Bangka Barat, Markus, menyatakan bahwa bantuan anggaran sebesar Rp40 juta telah disiapkan untuk panitia Tradisi 3.000 Culok dan Pawai Obor Kampung Dayabaru. Dukungan finansial ini menegaskan peran aktif pemerintah dalam membantu masyarakat melestarikan tradisi yang berharga di desa mereka.
Tradisi pawai obor ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai positif di masyarakat. Nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, saling memaafkan, dan silaturahmi menjadi inti dari kegiatan yang penuh sukacita menyambut bulan puasa Ramadhan ini.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemerintah untuk Pelestarian Budaya
Komitmen Pemkab Bangka Barat dalam menjaga warisan budaya daerah sangat jelas terlihat melalui dukungan terhadap tradisi pawai obor ini. Bantuan dana sebesar Rp40 juta yang dialokasikan khusus untuk acara "Tradisi 3.000 Culok dan Pawai Obor Kampung Dayabaru" menjadi bukti nyata. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius dalam memfasilitasi kegiatan yang memiliki nilai historis dan sosial tinggi.
Bupati Markus menegaskan bahwa tradisi turun-temurun yang dilaksanakan oleh warga Dayabaru adalah bentuk kearifan lokal yang patut dilestarikan. Beliau menekankan pentingnya mewariskan nilai-nilai positif ini kepada generasi mendatang. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan karakter masyarakat.
Selain dukungan finansial, Pemkab Bangka Barat juga telah mengintegrasikan tradisi ini ke dalam agenda tahunan kegiatan adat budaya. Langkah ini memastikan bahwa pawai obor menjadi salah satu objek pemajuan kebudayaan daerah. Tradisi ini kini tercatat dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) 2025-2029, menunjukkan pengakuan resmi atas pentingnya.
Advertisement
Advertisement
Nilai-nilai Luhur dan Agenda Tahunan
Pawai obor di Kampung Dayabaru bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah manifestasi dari nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi masyarakat. Semangat gotong royong terjalin erat dalam persiapan dan pelaksanaan acara, di mana warga bahu-membahu menyukseskan kegiatan. Kebersamaan yang terwujud semakin menguatkan tali silaturahmi antarwarga menjelang bulan suci.
Tradisi ini juga menjadi momen penting bagi masyarakat untuk saling memaafkan dan menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih. Sukacita yang terpancar dari setiap peserta pawai obor mencerminkan antusiasme mereka dalam menjalankan ibadah puasa. Ini adalah cerminan kekayaan budaya yang dimiliki Bangka Barat.
Dengan masuknya tradisi ini ke dalam agenda tahunan Dinas Pariwisata, Pemkab Bangka Barat berharap dapat lebih memperkenalkan kekayaan budayanya. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk membantu seluruh acara adat yang telah terdaftar. Dukungan diberikan sesuai proporsi kebutuhan dan ketersediaan anggaran yang ada.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif bagi Pariwisata dan Masyarakat
Pelestarian dan pengembangan acara seperti pawai obor diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas, khususnya bagi sektor pariwisata Bangka Barat. Dengan semakin dikenal dan dinikmatinya tradisi ini oleh masyarakat luas, potensi daya tarik wisata daerah akan meningkat. Hal ini dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung.
Bupati Markus menyampaikan harapannya agar kegiatan budaya seperti ini terus dikembangkan. Tujuannya agar dapat dinikmati oleh khalayak yang lebih luas dan memberikan multiplier effect positif. Tidak hanya pariwisata, sektor ekonomi lokal lainnya juga berpotensi merasakan manfaat dari peningkatan kunjungan dan aktivitas masyarakat.
Kabupaten Bangka Barat memang dikenal memiliki beragam kegiatan budaya sepanjang tahun, dan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukungnya. Pada tahun ini, fokus utama adalah memastikan semua acara adat yang sudah masuk agenda Dinas Pariwisata dapat terlaksana. Dukungan ini diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan ketersediaan anggaran daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews