Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi) diperiksa tim penyidik Polda Metro Jaya di Mapolresta Surakarta (Solo), Rabu (11/2) petang. Sebanyak 10 pertanyaan disampaikan terkait kasus tudingan ijazah palsu dengan tersangka Roy Suryo Cs yang dilaporkannya ke Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.
Kuasa Hukum Jokowi, Yakub Hasibuan mengatakan, pertanyaan yang diajukan kepada kliennya seputar saat kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Hari ini Pak Jokowi sebagai warga negara yang baik tentunya memenuhi panggilan dari para penyidik, sehubungan dengan laporan polisi yang kita ajukan kepada Polda Metro Jaya," ujar di Polresta Surakarta (Solo), Rabu (11/2) petang
Dikatakan Yakub, pemeriksaan dilakukan di Polresta Surakarta, karena kebetulan para penyidik dari Polda Metro Jaya sedang berada di Solo. Dari informasi yang didapatkan, lanjut Yakub, penyidik kabarnya pekan ini juga akan ke Yogyakarta guna memenuhi beberapa keterangan-keterangan yang diperlukan.
"Tadi itu mungkin totalnya ada sekitar 10 pertanyaan. Tentunya pengembangannya juga cukup lumayan. Cukup lama tadi, sekitar 2,5 jam. Kalau tidak salah tadi kami masuk sekitar jam 4 sore. Dari 10 pertanyaan tersebut, tentunya banyak sub-sub pertanyaan juga, yang tadi pak Jokowi jelaskan. Prosesnya kebanyakan itu mengenai proses perkuliahan pak Jokowi ketika di UGM dulu," jelas Yakub.
Menurut dia, pertanyaan yang diajukan tersebut sifatnya hanya pendalaman dari seluruh keterangan yang sudah diberikan sebelumnya.
"Contohnya mengenai pada saat pembuatan skripsi dulu seperti apa dan dari Pak Jokowi menjelaskan juga alurnya seperti apa. Itu nanti akan digunakan oleh para penyedik tentunya untuk nanti dilimpahkan juga ke kejaksanaan," jelas dia.
Advertisement
Tahapan Selanjutnya
Disinggung tahapan selanjutnya, Yakub menyampaikan, para penyidik akan melengkapi semua keterangan yang dibutuhkan dan alat bukti lainnya. Jika tahapan tersebut dipenuhi, penyidik kembali akan melimpahkannya ke kejaksaan untuk segera disidangkan.
Yakub menambahkan, tidak ada bukti tambahan saat pemeriksaan hari ini. Namun kewenangan menjadi ranah para penyidik untuk mengumpulkan alat-alat bukti yang dirasa perlu. Yakub juga menyebut kemungkinan adanya barang bukti lainnya. Sebab pada pekan ini para penyidik masih berada di Solo dan Yogyakarta.
"Jadi masih mungkin saja ada barang-barang bukti tambahan, tapi itu tentunya wewenang para penyidik dan bukan wewenang kami," ungkap dia.
Pemilik klub basket IBL Kesatria Bengawan Solo itu mengaku tidak mengetahui siapa lagi yang akan diperiksa selain Jokowi.
"Cukup ada beberapa, namun kami juga tidak diberitahukan siapa saja. Tapi memang infonya minggu ini fokus di Surakarta dan Yogyakarta. Kalau bayangan kami, mungkin di Yogyakarta ada UGM. Kalau di sini (Solo) mungkin ada beberapa saksi-saksi terkait dengan perkulihan Pak Jokowi dulu," katanya.
Advertisement
Ajudan Jokowi Ikut Diperiksa?
Disinggung apakah Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah juga turut diperiksa, Yakub menyatakan bahwa yang dimintai keterangan kali ini adalah Jokowi saja.
"Tadi hanya Pak Jokowi saja. karena kalau panggilan kepada Pak Syarif kan langsung ditujukan ke Pak Syarif. Jadi mungkin bisa saja ada, namun itu nanti bisa ditanyakan langsung ke Pak Syarif. Karena kami tadi hanya mendampingi Pak Jokowi sendiri," katanya.
Sebelumnya, Jokowi didampingi ajudan Syarif Muhammad Fitriansyah dan Yakub mendatangi Mapolresta Surakarta. Jokowi tiba pukul 15.53 WIB. Selama sekitar 2,5 jam Jokowi menjalani pemeriksaan di lantai dua. Kepada awak media Jokowi tidak banyak memberikan keterangan.
"Ada pemeriksaan tambahan, tapi untuk keterangan dan penjelasan biar penasihat hukum yang menjelaskan secara rinci," ucap Jokowi.