Ketua MPR Ahmad Muzani beserta rombongan pimpinan lembaganya melakukan kunjungan ke Pesantren (Dayah) Mahyal Ulum yang terletak di Aceh Besar pada hari Selasa, 10 Februari 2026. Kunjungan ini merupakan wujud dukungan dan motivasi bagi para ulama serta masyarakat setempat yang terdampak bencana banjir pada akhir tahun lalu.
"Kedatangan kami adalah bagian dari upaya untuk memberikan support, semangat terhadap musibah yang berlangsung pada tanggal 31 November yang lalu. Kami merasakan betapa berat ujian itu. Kami merasakan betapa ujian itu tidak ringan, bukan hanya dihadapi oleh masyarakat awam di Aceh, tapi juga dihadapi oleh para tokoh agama," ungkapnya di Aceh Besar.
Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga menegaskan bahwa berbagai aspirasi masyarakat Aceh telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Aspirasi tersebut mencakup pembangunan hunian sementara untuk pengungsi, perbaikan infrastruktur jalan nasional dan provinsi, pemulihan layanan listrik, serta distribusi gas elpiji 3 kilogram.
"Semua itu kami sampaikan kepada Presiden sepulang dari Aceh, dan hampir seluruhnya apa yang disampaikan oleh para tokoh masyarakat, para Bupati kepada kami, sekarang ini pelan-pelan sudah mulai dipulihkan," jelas Politikus Gerindra ini.
Muzani mengekspresikan keyakinan bahwa Aceh dan Indonesia akan mampu bangkit dari bencana yang melanda. Ia percaya bahwa setiap ujian yang diberikan oleh Tuhan tidak akan melebihi kemampuan hambaNya.
"Kami menyampaikan terima kasih yang amat besar kepada para ulama, para kiai, para Abu, para Masyayikh, para ustadz, para Nyai yang terus-menerus tanpa henti menyampaikan kabar optimisme," tegasnya.
"Inilah yang menyebabkan rakyat Aceh masih yakin masa depan itu masih gemilang karena adanya dari tuan-tuan guru, dari para mualim, dari para dayah, pimpinan dayah, para Abu," tutupnya.
Advertisement
Kontribusi Ulama Aceh
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menyatakan bahwa tokoh agama, khususnya ulama, memiliki peran krusial dalam memperkuat aspek spiritual bagi para korban bencana. Ia yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, mengapresiasi kontribusi ulama Aceh yang terus memberikan dukungan mental dan keagamaan kepada para pengungsi.
"Mohon dukungan dan juga mohon doanya agar kami bisa menjalankan ibadah ini, ibadah kemanusiaan ini," ungkap Tito. Ia menegaskan bahwa peran tersebut sangat diperlukan bersamaan dengan upaya pemerintah dalam memulihkan berbagai infrastruktur serta aktivitas perekonomian masyarakat.
Tito juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menangani dampak bencana alam secara menyeluruh dan terkoordinasi, khususnya di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Ia menjelaskan bahwa sejak hari pertama bencana terjadi, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh unsur pemerintah, termasuk menteri, TNI, dan Polri, untuk segera bergerak menuju daerah yang terdampak.
Pemerintah juga telah memetakan 52 daerah yang terkena dampak, yang tersebar di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dari hasil pemetaan tersebut, Provinsi Aceh tercatat sebagai daerah yang paling parah terdampak dibandingkan wilayah lainnya.
"Sehingga semua kekuatan kemudian difokuskan ke Aceh, tanpa menafikan Sumatera Barat dan Sumatera Utara, ada alokasi pembagian tugas," jelasnya.
Advertisement
Periksa Langsung ke Lokasi
Selain itu, Tito menyampaikan bahwa sejak awal, Presiden telah memberikan tugas kepadanya sebagai Kasatgas. Dia segera mengadakan rapat intensif dengan kepala daerah yang terkena dampak serta pihak-pihak terkait lainnya. Tito juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi daerah yang terdampak, melibatkan unsur pemerintah lainnya.
"Dari situ kita bisa melihat benar atau tidak masalahnya dan kemudian kita melakukan pembagian tugas," jelasnya.
Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah melakukan pembagian tugas yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga untuk proses pemulihan setelah bencana.
Sebagai contoh, Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab atas perbaikan infrastruktur, sementara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berfokus pada revitalisasi pasar dan aktivitas ekonomi. Kementerian Kesehatan juga berperan penting dalam memastikan operasional rumah sakit berjalan dengan baik. Pembagian tugas ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana.