Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam meringankan beban masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Melalui kebijakan terbaru, seluruh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen untuk tiket pesawat akan ditanggung sepenuhnya oleh negara.
Langkah strategis ini diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Kamis (5/2), di Jakarta. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat untuk mudik Lebaran.
Stimulus ini jauh lebih besar dibandingkan periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di mana konsumen masih menanggung lima persen PPN. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan perjalanan mudik lebih terjangkau.
Advertisement
Advertisement
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa insentif Bebas PPN Tiket Pesawat Lebaran kali ini jauh lebih signifikan. Pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah hanya menanggung enam persen dari total PPN.
"Sementara stimulus PPN Natal hanya mencakup enam persen dari pajak, kami sekarang telah memutuskan untuk menanggung penuh 11 persen untuk penerbangan Lebaran," ujar Airlangga di kantornya. Hal ini menunjukkan prioritas pemerintah terhadap kelancaran mudik.
Saat ini, Kementerian Keuangan sedang menyusun regulasi untuk memformalkan kebijakan PPN tiket pesawat ini. Diharapkan, peraturan tersebut dapat rampung pada Senin (9/2) mendatang, memberikan kepastian hukum bagi maskapai dan penumpang.
Advertisement
Advertisement
Di lokasi yang sama, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa koordinasi terkait stimulus ini terus berlangsung. Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan berbagai lembaga negara lainnya untuk memastikan implementasi yang efektif.
Ia berharap stimulus Bebas PPN Tiket Pesawat Lebaran ini dapat segera difinalisasi. Tujuannya adalah agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk memesan tiket penerbangan jauh sebelum musim mudik tiba.
Selain tiket pesawat, Menteri Perhubungan juga mengumumkan rencana pemotongan harga tiket perjalanan kereta api, kapal feri, dan perjalanan darat. Rebate biaya jalan tol juga akan diberikan selama periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Advertisement
Paket stimulus layanan transportasi ini serupa dengan yang diterapkan pada musim liburan akhir tahun sebelumnya. Program ini terbukti efektif dalam mengurangi kemacetan lalu lintas dan menjaga daya beli masyarakat.
Advertisement
Program stimulus yang diterapkan pada tahun sebelumnya menunjukkan hasil yang positif. Dalam sektor penerbangan, program tersebut mencakup cakupan PPN sebagian untuk tiket penerbangan kelas ekonomi.
Selain itu, ada diskon biaya tambahan bahan bakar, pengurangan biaya layanan bandara, dan perpanjangan jam operasional bandara. Langkah-langkah ini secara keseluruhan berhasil menurunkan tarif angkutan udara sebesar 13-14 persen.
Keberhasilan program tersebut juga terlihat dari peningkatan jumlah penumpang. Angka penumpang mencapai 3,7 juta, melebihi target yang ditetapkan sebesar 3,5 juta orang.
Advertisement
Pemerintah berharap, dengan stimulus Bebas PPN Tiket Pesawat Lebaran penuh ini, dampak positifnya akan semakin besar. Hal ini akan semakin memudahkan masyarakat untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
Sumber: AntaraNews