Gubernur Sherly Tjoanda Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem untuk Transportasi Laut Maluku Utara

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengimbau masyarakat dan pengguna Transportasi Laut Maluku Utara untuk waspada terhadap cuaca buruk ekstrem yang berpotensi menyebabkan gelombang tinggi dan kecelakaan laut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Sherly Tjoanda Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem untuk Transportasi Laut Maluku Utara
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengimbau masyarakat dan pengguna Transportasi Laut Maluku Utara untuk waspada terhadap cuaca buruk ekstrem yang berpotensi menyebabkan gelombang tinggi dan kecelakaan laut. (AntaraNews)

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh masyarakat di wilayahnya. Peringatan ini khususnya ditujukan kepada nelayan dan pengguna moda Transportasi Laut Maluku Utara. Himbauan ini menyusul kondisi cuaca buruk yang masih melanda, ditandai gelombang tinggi dan potensi kecelakaan laut.

Sherly Tjoanda menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap curah hujan tinggi, angin kencang, dan gelombang tinggi. Faktor-faktor ini dapat membahayakan keselamatan aktivitas di laut. Ia juga menggarisbawahi agar mematuhi aturan keselamatan serta petunjuk dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Peringatan ini disampaikan pada Sabtu (24/1), menanggapi laporan cuaca ekstrem dari BMKG Sultan Baabullah Ternate. Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen memberikan informasi terkini untuk memastikan keselamatan masyarakat. Upaya ini dilakukan selama periode cuaca ekstrem awal tahun.

Himbauan Keselamatan di Tengah Cuaca Ekstrem

Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan keselamatan sebagai prioritas utama bagi pengguna Transportasi Laut Maluku Utara. Ia mengingatkan agar tidak nekat melaut jika cuaca buruk. Penggunaan alat keselamatan seperti baju pelampung juga sangat penting.

"Jangan sampai membahayakan keselamatan, jika cuaca buruk mohon untuk tidak melaut serta selalu gunakan baju pelampung yang disediakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya. Kepatuhan terhadap himbauan ini dapat meminimalisir risiko kecelakaan. Ini adalah langkah krusial untuk menjaga diri di perairan.

Selain itu, Sherly juga meminta masyarakat memperhatikan himbauan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebelum berlayar. Ia melarang keberangkatan dengan kelebihan muatan saat cuaca ekstrem. Tindakan ini dapat meningkatkan risiko di perairan Maluku Utara.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama BMKG terus bekerja sama. Tujuannya memastikan informasi cuaca terkini dapat diakses masyarakat. Komitmen ini demi memberikan peringatan dini yang tepat waktu.

Peringatan BMKG dan Komitmen Pemerintah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Baabullah Ternate telah mengeluarkan peringatan resmi. Surat Nomor B/ME.01.05/PDGT/23/KTTE/I/2026 berisi potensi gelombang tinggi di pesisir Maluku Utara. Laporan ini menjadi dasar kuat bagi imbauan Gubernur.

Data BMKG menunjukkan, sebagian pesisir Maluku Utara akan mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi lebih ekstrem diprediksi di laut Morotai, kepulauan Loloda, perairan Gebe, dan timur Halmahera. Tinggi gelombang di area tersebut dapat mencapai 4 meter. Angka ini menandakan bahaya signifikan bagi pelayaran.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan BMKG berkomitmen penuh memberikan informasi cuaca terbaru. Mereka juga menyediakan peringatan dini serta dukungan teknis. Ini untuk memastikan keselamatan masyarakat selama cuaca ekstrem.

Gubernur Sherly kembali menekankan pentingnya tidak mengambil risiko. Tindakan nekat dapat berdampak buruk dan sulit diatasi bersama. Kesadaran dan kepatuhan masyarakat sangat menentukan dalam mencegah insiden laut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi